Sabtu, 26 Mei 2012

MAKALAH IPS (Perjuangan Bangsa Sebelum dan Sesudah Kemerdekaan)


MAKALAH ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
“ Perjuangan Bangsa Indonesia
Sebelum dan Sesuadah Kemerdekaan”
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu  Pengetahuan Sosial
Dosen Pembimbing :
Drs. H. Atnuri S.H



 


Nama kelompok :

1.                       Widya Dwi Cahyani      (11-8000-170)
2.                     Lina Fatmawati               (11-8000-171)
3.                     Seli Puspita Rini            (11-8000-172)
4.                     Yeny Muntiani                (11-8000-183)

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Universitas PGRI Adibuana Surabaya
2011






KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan yang maha kuasa, karena limpahan rahmatnya makalah Ilmu Pengetahuan Sosial yang membahas tentang perjuangan Bangsa Indonesia sebelum dan sesudah kemerdekaan ini telah seslesai pada waktunya.
Terima kasih kami ucapkan kepada bapak Drs. Atnuri S.H karena beliau telah membimbing kami dalam pembuatan makalah ini, sehingga makalah inimenjadi lebih lengkap dan disusun menjadi lebih baik lagi.
Makalah ini disusun dengan maksud dan tujuan untuk menyajikan informasi kepada pembaca tentang perjuangan Bangssa Indonesia.Semoga dengan adanya makalah ini pembaca bisa mendapatkan ilmu dan pengetahuan lebih banyak lagi.
Makalah ini masih sangat jauh dari sempurna, oleh karena itu kami membutuhkan kritik dan saran untuk melengkapi kekurangna yang ada di makalah ini.Dan semoga makalah ini memberikan manfaat bagi pembaca.



Surabaya,  10 oktober 2011





Daftar Isi

Kata pengantar………………………………………               i
Daftar isi…………………………………………….               ii
BAB I
Pendahuluan………………………………………                  iii
A.                    Latar Belakang………………………………             iii
B.                     Permasalahan………………………………..             iii
C.                     Metode Pemecahan Masalah………………..             iii

BAB II
Pembahasan
A.         Perkembangan Kolonialisme di Indonesia…...............  1
B.          Kekuasaan Bangsa Eropa di Indonesia……................. 3
C.                Pendudukan Jepang di Indonesia……………..............         7
D.                Perlawanan Rakyat Indonesia………………............... 9
E.                 Dampak Pendudukan Jepang………………................ 10
F.                 Janji Kemerdekaan Jepang…………………................ 11
G.                Kekalahan Jepang......………………………................          13
H.                Proklamasi kemerdekaan......……………................  20
I.                   Kembalinya Belanda dan Sekutu.................................. 17
J.                   Pembentukan NKRI..................................................... 22
K.                Perjuangan Mengatasi Disintergrasi.............................. 27

BAB III
Penutup………………………………………..........................33
Kesimpulan…………………….............…….............………..33

Daftar Pustaka









BAB I
PENDAHULUAN

A.               Latar Belakang

Ilmu Pengtahuan social terbagi menjadi beberapa bidang ilmu, diantaranya geografi, ekonomi, sejarah, sosiologi, antropologi, dsb. Setiap bidang ilmu tersebut membahas tentang bab yang berbeda-beda.
Pada pembahasan kali ini, makalah kami akan membahas tentang perjuangan bangsa Indonesia sebelum dan sesudah kemerdekaan. Karena bangsa Indonesia yang sudah dijajah bangsa asing dengan semena-mena dan memiliki banyak cerita duka yang sangat menyakitkan sehingga kita sebagai generasi penerus bangsa wajib mengetahui bagaimana perjuangan para pahlawan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan.
Makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan, oleh Karena itu kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk melengkapi kekurangan makalah kami.Dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

B.                Rumusan Masalah

a.                   Kapan pertama kali Bangsa asing ke Indonesia?
b.                   Bagaimana pendudukan penjajah di Indonesia?
c.                   Bagaimana perlawanan Bangsa Indonesia?
d.                  Apa dampak kedatangan penjajah bagi rakyat Indonesia?
e.                   Bagaimana proses proklamasi Indonesia?
f.                    Bagaimana Perjuangan Bangsa Indonesia setelah kemerdekaan?

C.                 Metode Pemecahan Masalah

Dalam makalah ini, penulis menggunakan metode deskriptif. Yaitu menggambarkan permasalahan yang dibahas pada bab pembahasan.



BAB II
PEMBAHASAN


A.  Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia.

1.                   Latar Belakang Masuknya Bangsa Eropa ke Indonesia.
Dengan jatuhnya kota Konstantinopel ke tangan kekuasaan Turki Usmani, maka berakhirlah kekuasaan kerajaan Romawi Timur. Hal ini juga berakibat tertutupnya perdagangan di Laut Tengah bagi orang-orang Eropa.Bangsa Turki menjalankan politik yang mempersulit pedagang Eropa beroperasi di daerah kekuasaannya.Keadaan seperti ini menyebabkan perdagangan antara dunia Timur dengan Eropa menjadi mudur, sehingga barang-barang yang sangat dibutuhkan oleh orang-orang Eropa menjadi berkurang dipasaran Eropa, terutama rempah-rempah.
Pada akhir abad ke-15 dan permulaan abad ke-16, pelaut-pelaut bangsa Eropa berhasil menjelajahi samudra yang luas dan sampai ke negri-negri baru seperti Amerika, Afrika, Asia Timur termasuk Indonesia.
Factor-faktor yang mendorong orang-orang Eropa mengadakan penjelajahan samudra pada akhir abad ke-16 di antaranya:
a.              Jatuhnya kota Konstantinopel tahun 1453 ke tangan penguasa Turki Usmani.
b.             Kisah perjalanan Marco Polo ke dunia Timur, yaitu perjlanan kembalinya Marco Polo dari Negri Cina melalui pelayaran atau lautan.
c.              Penemuan Copernicus yang didukung oleh Galileo, yang menyatakan bumi ini bulat.
d.             Penemuan kompas (penunjuk arah mata angin)
e.              Semangat Rocenquesta, yaitu semangat pembalasan terhadap kekuatan islam dimanapun yang dijumpainya.
Dengan latar belakang inilah bangsa-bangsa Barat melakukan penjelajahan Samudra yang dipelopori oleh bansa Spanyol dan Porstugis , serta diikuti oleh Belanda, Inggris, Perancis dan lain sebagainya.

a.                 Penjelajahan Bangsa Spanyol

Setelah perjanjian Tordesillas (1492). Christopher Columbus mengajukan permohonan bantuan kepada raja Spanyol untuk berlayar mencari sumber rempah-rempah di dunia timur,dan permintaan itu dipenuhi.
Ketika Columbus tiba di kepulauan Bahama, ia merassa dirinya telah sampai dikepulauan Hindia yang merupakan sumber rempah-rempah.Walaupun di kepulauan itu tidak ditemukannya rempah-rempah.
Sejak Columbus menemukan kepulauan ini , maka pelayar-pelayar selanjutnya hanya sampai berlayar dikepulauan ini seperti :
1.             Cortez menduduki Mexico pada tahun 1519 dengan menaklukkan suku Indian yaitu kerajaan Aztec dan suku Maya di Yucatan.
2.             Pizzaro padatahun 1530 menaklukkan kerajaan Indian di Peru yang bernama kerajaan Inca.
Kemudian penjelajahan bangsa Spanyol dilanjutkan oleh Ferdinant Magellan.Ia seorang pelaut bangsa Spanyol yang banyak mempelajari pengalaman pelayaran Columbus ke Amerika.
Pada tahun 1519, rombongan Magellan atas nama raja Spanyol, memulai pelayarannya menuju ke daerah Hindia. Pada tahun 1520 mereka telah tiba di kepulauan Filipina.Magellan mendirikan tugu peringatan yang menyatakan bahwa daerah itu menjadi milik raja Spanyol.Karena di Filipina terjadi kekacauan maka rombongan maka rombongan Magellan yang dipimpin oleh Sebastian d’Elcano melanjutkan pelayarannya ke arah selatan selatan dan sampai di kepulauan Maluku pada tahun 1521. Namun di Maluku telah berkuasa bangsa Portugis yag telah tiba sejak tahun 1512.

b.                 Penjelajahan Bangsa portugis

Setelah perjanjian Tordesillas (1492) pelaut-pelaut Portugis di bawah pimpinan Bartolomeus Diaz mencoba mencari jalan keluar untuk penemuan dunia Timur (pusat rempah-rempah).Namun pelayaran ini hanya sampai di Afrika Selatan, hal ini disebabkan karena besarnya gelombang ombak Samudra Hindia (Samudra Indonesia). Oleh Bartholomeus Diaz, tanjung itu diberi nama Tanjung Pengharapan (Cape of Good atau Tanjung Harapan sekarang).
Pada tahun 1511, dari India bangsa Portugis mengirim Ekspedisinya dibawah pimpinan Alfonso d’Albuquerqe, mengikuti perjalanan para pedagang islam. Pada tahun 1511 itu juga Portugis berhasil menduduki Malaka, pusat perdagangan Islam di Asia Tenggara.Kemudian bangsa Portugis melanjutkan pelayarannya kearah timur, untuk mendapatkan sendiri pusat rempah-rempah yang ada di Maluku.Dan akhirnya bangsa Portugis tiba di Ternte (Maluku) tahun1512.
Ketika bangsa Potugis sampai di Ternate ternyata telah terjadi peperangan antara kerajaan Ternate dan kerajaan Tidore.Kerajaan Ternate menyambut baik kedatangan bangsa Portugis.Hal itu dilakukan agar bangsa Portugis dapat dijadikan sekutu oleh kerajaan Ternate untuk membantu melawan kerajaan Tidore yang dibantu oleh bangsa Spanyol.Jadi secara tidak langsung perang tersebut merupakan perang antara bangsa Spanyol dan bangsa Portugis.
Untuk menyelesaikan pertikaian kedua bangsa kulit putih itu, paus turun tangan, pada tahun 1521 dilakukan perjanjian Saragosa (Zaragoza).Isi perjanjian itu antara lain :

1.             Bumi ini dibagi atas dua pengaruh, yaitu pengaruh bangsa Spanyol dan Portugis.
2.             Wilayah kekuasaan Spanyol membentang dari mexicokearah barat sampai ke kepulauan Filipina dan wilayah kekuasaan Portugis membentang dari Brazilia kea rah timur sampai ke kepulauan Maluku.
Jadi berdasarkan perjanjian itu, maka wilayah Maluku berada dibawah pengaruh kekuasaan bangsa Portugis dan bangsa Spanyol harus meninggalkan Maluku untuk kembali ke Filipina.

c.                  Kedatangan Bangsa Belanda ke Indonesia

Bangsa Portugis menguasai jalur pelayaran perdagangan antara Hindia Timur (Indonesia Timur/ Maluku) sampai Eropa selama hampir satu abad.Perdaangan rempah-rempah oleh bangsa Portugis sangat besar pengaruhnya terhadap bangsa Belanda.Terlebih lagi setelah para pedagang Belanda tidak diperkenankan lagi untuk melakukan kegiatannya di Bandar perdagangan Lisboa (Lisabon, Portugis).
Para pedagang Belanda berusaha sendiri untuk mencari dan menemukan sumber rempah-rempah yang ada di dunia Timur.Bangsa Belanda memulai pelayarannya, pada tahun 1596 dibawah pimpinan Cornelis de Houtman tiba di Banten (Indonesia).Belanda melanjutkan pelayarannya kearah timur dan mereka kembali dengan membawa rempah-rempah dalam jumlah yang cukup banyak.Sejak keberhasilannya itu, para pedagang Belanda semakin ramai datang ke Indonesia. Untuk mengatasi persaingan antar pedagang pemerintah Belanda membentuk usaha atau kongsi dagang yang diberi namavereenigde oost indische compagnie(VOC) yaitu persekutuan dagang Hindia Timur.
VOC berdiri pada tahun 1602, VOC merupakan suatu badan dagang para pedagang-pedagang belanda yang mendapatkan hak istimewa dari pemerintahan Belanda.

d.                 Kedatangan Bangsa Inggris di Indonesia

Pada abad ke-18 para pedagag Inggris juga sudah banyak berdagang di Indonesia, sehingga sekaligus menjadi saingan VOC (Belanda).Di bawah Gubernur Jendral Lord Minto yang berkedudukan di Kalkuta (India) dibentuk ekspedisi Inggris untuk merebut daerah-daerah kekuasaan Belanda yang ada di wilayah Indonesia.Pada tahun 1811, Thomas Stamford Raffles telah berhasil merebut seluruh wilayah kekuasaan Belanda di Indonesia. Hubungan antara Indonesia dengan Eropa hamper seluruhnya dikuasai oleh Inggris. Tetapi berdasarkan perjanjian London tahun 1815, inggris diharuskan mengembalikan wilayah kekuasaan di Indonesia kepada Belanda.Dan pada tahun 1816 Inggris melaksanakan kewajibannya itu.

B.           Perkembangan Kekuasaan Bangsa Eropa di Indonesia

a.                 Kekuasaan Bangsa portugis di Indonesia

Pada tahun 1511, Malaka berhasil direbut oleh Portugis dibawah pimpinan Alfonso d’Albuquerque.Dengan demikian bangsa Portugis dapat mengadakan perdagangan langsung dengan daerah-daerah yang ada di Indonesia, seperti Ternate, Ambon, Banda, dan Timor.Di Ternate bangsa Portugis berusaha merebut perdagangan cengkeh dan pala.
Bangsa portugis berusaha menanamkan kekuasaannya di daerah Maluku.Hal ini dilakukan dengan tujuan agar dapat memonopoli perdagangan rempah-rempah.Namun tindakan-tindakan bangsa Portugis yang semakin sewenang-wenang dan bertindak kejam terhadap rakyatdapat menimbulkan terjadinya pertentangan antara rakyat Maluku dengan bangsa Portugis. Pertentangan ini semakin memuncak setelah bangsa Portugis membunuh  Sultan Hairun dari kerajaan Ternate. Rakyat Ternate angkat senjata dibawah pimpinan putranya yang bernama Baab Ullah dan akhirya tahun 1575 bangsa Portugis terusir dari daerah Maluku.

b.                 Kekuasaan VOC (kompeni Belanda) di Indonesia

VOC pada dasarnya bertujuan mencari keuntungan sebanyak-banyaknya dan untuk dapat memperkuat kedudukannya dalam menghadapi lawan-lawannya seperti Portugis dan Spanyol.VOC diberi hak istimewa, sehingga menjadi sebuah badan yang berdaulat. Hak istimewa itu diantaranya:
1.             Hak monopoli untuk berdagang antara Amerika Selatan dengan Afrika,
2.             Hak memelihara angkatan perang, berperang, mendirikan benteng-benteng dan menjajah,
3.             Hak untuk mengangkat pegawai-pegawainya,
4.             Hak untuk memeri pengadilan,
5.             Hak untuk mencetak dan mengedarkan uang sendiri.

Dan sebaliknya VOC mempunyai kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi terhadap pemerintah Belanda yaitu :

a.              Bertanggung jawab kepada Staten General (badan perwakilan),
b.             pada waktu perang harus membantu pemerintah Belanda dengan uang dan angkatan perang.
Pada awalnya hubungan dengan VOC di Banten mengalami kesulitan dan walaupun dapat berhubungan, harga-harga barang yang diperoleh sangat mahal. Pada tahun1618 Jan Pieterzoon Coen dengan izin dari pangeran Jayakarta mendirikan benteng di kota Jayakarta. Ketika terjadinya perselisihan antara Pangeran Jayakarta dengan orang-orang Belanda. Dan orang-orang Belanda membakar kota Jayakarta. Pada tahun 1619, Jan Pieterzoon Coen mendirikan kota baru diatas kota yang dibakar dengan nama kota Batavia. Dan Jan Pieterzoon Coen menjadikan kota Batavia sebagai pusat perdagangan dan pusat kekuasaan Belanda di wilayah Indonesia. Dari Batavia ini, bangsa Belanda melakuakan perluasan dan penyerangan-penyerangan terhadap kerajaan-kerajaan di Indonesia.Akibatnya, rakyat Indonesia sangat membenci pemerintahan dan kekuasaan VOC atas wilayah Indonesia.
 
c.                   Indonesia di bawah Pemerintahan Kerajaan Belanda

Pada akhir abad 18, VOC mengalami kemunduran akibat kerugian yang sangat besar dan hutang yang dimilikinya berjumlah sangat besar. Hal ini juga di akibatkan oleh:
1.             Persaingan dagang dari bangsa Prancis dan Inggris.
2.             Penduduk Indonesia, terutama jawa telah menjadi miskin, sehingga tidak mampu membeli barang-barang yang dijual oleh VOC.
3.             Perdagangan gelap meraja lela dan menerobos monopoli perdagangan VOC.
4.             Pegawai-pegawai VOC banyak melakukan korupsi dan kecurangan-kecurangan akibat dari gaji yang diterimanya terlalu kecil.
5.             VOC mengeluarkan anggaran belanja yang cukup besar untuk memelihara tentara dan pegawai-pegawai yang jumlahnya cukup besar untuk memenuhi pegawai daera-daerah yang baru di kuasai, terutama di Jawa dan Madura.
Pada tahun 1799 badan perdagangan ini akhirnya dibubarkan.Segala hak dan kewajibannya diambil oleh pemeritah republik Bataafche yang berkuasa atas wilayah Indonesia sampai tahun 1807. Pada tahun 1807, republik Bataafche dihapuskan oleh kaisar Napoleon Bonaparte dan diganti bentuknya menjadi kerajaan Holland di bawah pemerintahan raja Louis Napoleon Bonaparte (adik dari kaisar Napoleon). Maka akibat perubahan ketatanegaraan itu, akhirnya Indonesia menjadi daerah jajahan kerajaan Holland (kerajaan Belanda).Karena Perancis dan kerajaan Belanda itu terlibat dalam perang dengan inggris.Tugas berat ini dibebankan kepada Herman imempertahankan pulau jawa dari serangan pasukan Belanda.
d.                 Pemerintahan Daendels di Indonesia (1808-1811)

Pada tahun 1808, Deandels diangkat menjadi gubernur jendral atas wilayah Indonesia.Tugas utamanya adalah untuk mempertahankan Pulau Jawa dari serangan pasukan Inggris.Dalam upaya tersebut, perhatian Daendels hanyalah terhadap pertahanan dan ketentaraan.
membangun ketentaraan, untuk memperkuat peranga nya, deandels melatih orang-orang Indonesia. Pembangunan angkatan perangnya ini dilengkapi dengan pendirian tangsi-tangsi atau benteng-benteng, pabrik mesin juga rumah sakit tentara.
Membangun jalan pos di samping itu, Daendels memerintahkan pembuatan jalan pos dari Anyer di Jawa Barat sampai Panarukan di Jawa Timur. Pembuatan jalan ini menggunakan tenaga rakyat dengan system kerja rodi atau kerja paksa,hingga selesainya pembangunan jalanan ini. Pekerjaan menyelesaikan pembuatan jalan pos ini merupakan keberhasilan yang gemilang, tetapi lain halnya dengan bangsa Indonesia, di mana setiap jengkal jalan itu merupakan peringatan terhadap rintihan dan jeritan jiwa orang yang mati dalam pembuatan jalan tersebut.
Membangun pelabuhan,setelah pembuatan jalan selesai, Daendels memerintahkan pembuatan perahu-perahu kecil. Selanjutnya pembuatn pelabuhan-pelabuhan tempat bersandarnya perahu perang itu.Pembuatan pelabuhan itu telah memakan ribuan korban jiwa orang Indonesia di Banten akibat dari penyakit malaria yang menyerang para pekerja paksa.
Akhirnya pembuatan pelabuhan itu tidak selesai. Deandels mengangap  jiwa rakyat Banten tidak ada harganya, sehingga hal ini mengakibatkan pecahmya perang antara Deandels dan kerajaan Banten. Dan hanya usaha untuk memperluas  pelabuhan di Surabaya yang cukup memuaskan.
perumusan raja-raja dengan Deandels setelah Deandels mengetahui bahwa sultan Banten tidak  sanggup memperbaiki sejumlah besar pekerjaan  yang harus dikerjakan di Banten selatan. Mangkubumi (perdana mentri) Banten yang dianggap oleh Deandels sebagai tiang perlawanan terhadap belanda di bunuh dan mayatnya di buang ke laut. Pada waktu deandels membuat aturan-aturan baru tentang sopan-santun antara orang belanda dengan raja-raja di jawa tengah,Ngayogyakarta menetang dan menyiapkan perlawanan. Sultan Humengku Buwono I yang menentang Deandels dipecat dari kedudukannya dan sejak itu ia disebut dengan gelar Sultan Sepuh.Sudah tentu tindakan Deandels tersebut membuat raja-raja Banten dan ngayogyakarta sangat membenci Belanda dan membuat raja-raja tersebut menjalin hubungan rahasia dengan Inggris, agar dapat mengusir Belanda dan Pulau Jawa.

e.                  Kekuasaan Inggris di Indonesia

Setelah Deandels ditarik kembali ke negri Belanda, Janses diangkat sebagai gubernur Jendral atas wilayah Indonesia.Pada tahun 1811, tentara inggris mengadakan serangan terhadap wilayah yang dikuasai oleh Belanda.Pasukan Inggris tidak mengalami kesulitan dalam menghadapi Belanda.Di samping itu, Belanda juga mendapat serangan dari raja-raja Jawa.Serangan-serangan itu menjadi penyebab menyerahnya Belanda tanpa syarat.
Sejak tahun 1811 itu juga wilayah Indonesia menjadi daerah jajahan East Indian Company (EIC).Untuk wilayah Indonesia Lord Minto mengangkat Thomas Stamford Raffles sebagai pemegag pemerintahan dengan pangkat Letnan gubernur Jendral.
Pemerintahan jajahan Inggris atas wilayah Indonesia tidak jauh berbeda dengan bangsa-bangsa Eropa Lainnya.Sehingga raja-raja di Jawa yang merasa telah berjasa membantu Inggris merasa sangat kecewa.Pada tahun1812, Sultan Sepuh kembali menentang pemerintahan Inggris. Namun Raffles telah memperalat Pangeran Notokusumo untuk mengetahui gerak-gerik Sultan Sepuh. Setelah mengetahui rencana Sultan Sepuh, Raffles menangkap Sultan Sepuh ditangkap dan diasingkan ke Pulau Pinang.
Tindakan yang dilakukan oleh Raffles pada masa pemerintahannya adalah membagi daerah Jawa atas 16 daerah karesidenan, dengan tujuan untuk mempermudah pemerintah melakukan pengawasan terhadap daerah-daerah yang dikuasainya. Setelah Napoleon Bonaparte dapat dikalahkandalam pertempuran di Leipzig dan kemudian tertangkap, maka pada tahun 1814 melalui konvensi London, Inggris mengembalikan semua daerah kekuasaan Belanda yang dikuasai oleh inggris. Tetapi raffles tidak setuju oleh Letnan Gubernur Jendral Jhon Fendall.Pada tahun 816 Jhon Fendall menyerahkan wilayah Indonesia kepada Belanda.



f.                   Pemerintahan Kolonial Belanda

Setelah dilakukan perjanjian antara inggris dengan belanda pada konvensi London 1814, daerah Indonesia dikembalikan kepada Belanda.Untuk mengurus pengembalian itu, dikirim komisi jendral yang terdiri dari Van Der Capellen, Elout, dan Buyskes 1816.Tugas komisi jendral itu sangat berat, yaitu memperbaiki sistem pemerintahan dan perekonomian.Dalam menjalankan tugas itu, berbagai tantangan muncul yaitu menghadapi perekonomian yang buruk, persaingan dagang bangsa inggris, sikap bangsa Indonesia yang memusuhi bangsa Belanda. Pertentangan yang terjadi antara bangsa Indonesia dengan bangsa Belanda disebabkan oleh karena itu:

1.             Kebencian golongan raja dan bengsawan Indonesia terhadap pemerintah Belanda yang menyebabkan kemuduran kekuasaan mereka.
2.             Kebencian golongan pedagang Indonesia terhadap Belanda yang mematikan mata pencarian mereka.
3.             Kebencian terhadap Belanda berdasarkan agama, seperti meetusnya perang Diponegoro, perang Padri, Perang Aceh, dan lain sebagainya.
Untuk menghadapi pertentangan yang kuat dari bangsa Indonesia, Belanda menindas dengan jalan perang colonial dan politik devide et impera, yaitu memecah belah bangsa Indonesia.

C.            ZAMAN KEPENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA

1.                   Masuknya Jepang ke Wilayah Indonesia

sebagai Negara fasis-militerisme di Asia, jepang sangat kuat, sehingga meresahkan kaum pergerakan nasional di Indonesia. Dengan pecahnya perangdunia II, jepang terjun dalam kancah peperangan itu.Sikap pergerakan politik bangsa Indonesia dengan tegas menentang dan menolak bahwa fasisme sedang mengancam dari arah utara.Sikap ini dinyatakan dengan jelas oleh Gabungan Politik Indonesia (GAPI). Sementara itu di jawa muncul Ramalan Joyoboyo yang mengatakan bahwa pada suatu saat pulau jawa akan di jajah oleh bangsa kulit kuning, tetapi mur penjajahannya hanya “seumur jagung”. Setelah penjajahan bangsa kulit kuning itu lenyap akhirnya Indonesia merdeka.
Pada tanggal 8 Desembar 1941 pecah perang di lautan pasifik yang melibatkan jepang.Angkatan perang jepang begitu kuat, sehingga hindia belanda yang merupakan benteng kebanggaan inggris di Asia Tenggara akhirnya jatuh ketangan pasukan jepang. Peperangan yang di lakukan oleh jepang di Asia Tenggara dan di lautan pasifik ini diberi nama Perang Asia Timur Raya atau Perang Pasifik. Secar kronologis serangan-serangan pasukan jepang di Indonesia adalah sebagai berikut: diawali dengan menduduki tarakan (10 januari 1942), kemudian Minahasa, Sulawesi, Balikpapan, Ambon. Kemudian pada bulan Februari 1942 pasukan jepang meduduki Pontianak, Makasar Banjarmasin, Palembang, dan Bali.
Pendudukan terhadap Pelembang lebih dulu oleh jepang mempunyai arti yang sangat penting dan strategis yaitu untuk memisahkan antara Batavia yang menjadi pusat kedudukan belanda di Indonesia dengan singapura sebagai pusat kedudukan inggris.Kemudian, pasukan jepang melakukan serangan ke Jawa dengan mendarat di daerah Banten, Idramayu, Kragan (antara Rembang dan Tuban).Selanjutnya, menyerang pusat kekuasaan belanda di Batavia (5 Maret 1942), Bandung (8 Maret 1942) dan akhirnya pasukan belanda di Jawa menyerah kepada Panglima Bala Tentara Jepang Imamura di Kali jati (Subang, 8 Maret 1942).Dengan demikian, seluruh wilayah Indonesia telah menjadi bagian dari kekuasaan penjajahan jepang.

2.                 Penjajah Jepang di Indonesia

Bala Tentara Nippon adalah sebutan resmi pemerintahan militer pada masa pemerintahan jepang.Dalam pelaksanaan sistem pemerintahan ini, kekuasaan atas wilayah Indonesia di pegang oleh dua angkatan perang yaitu angkatan darat (Rikugun) dan angkatan laut (kaigun).Masing-masing angkatan mempunyai wilayah kekuasaan. Dalam hal ini Indonesia dibagi menjadi tiga wilayah kekuasaan yaitu:
a.              Daerah Jawa dan Madura dengan pusatnya Batavia berada di bawah kekuasaan Rikugun.
b.             Daerah Sumatra dan Semenanjung Tanah Melayu dengan pusatnya Singapura berada di bawah kekuasaan Rikugun. Daerah Sumatra di pisahkan pada tahun 1943, tapi masih berada di bawah kekuasaan Rikugun.
c.              Daerah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, Irian berada dibawah kekuasaan Kaigun.

3.                 Organisasi Bentukan Jepang

Pasukan jepang selalu berusaha untuk dapat memikat hati rakyat Indonesia.Untuk menarik simpati bangsa Indonesia maka dibentuklah organisasi resmi seperi gerakan Tiga A, Putera, dan PETA.
Gerakan Tiga A semboyannya adalah “Nippon Pelindung Asia, Nippon Cahaya Asia, Nippon Pemimpin Asia”. Gerakan ini dipimpin oleh Syamsudin S.H. namun dalem perkembangan selanjudnya gerakan ini tidak dapat menarik simpati rakya, sehingga pada tahun 1943 gerakan Tiga A dibubarkan dan diganti Putera.
Pusat Tenaga Rakyat (Putera) Organisasi ini dibentuk pada tahun 1943 dibawah pimpinan “Empat Serangkai”, yaitu bung Karno, Bung Hatta, Ki Hajar Deawantara, Kiyai Haji Mas Mansyur. Grakan Putera ini pun diharapkan dapat menarik perhatian bangsa Indonesia agar membantu pasukan Jepang dalam seyiap peperangan yang dilakukannya.Tetapi gerakan Putera yang merupakan bentukan Jepang ini ternyata menjadi boomerang bagi Jepang, karena anggota-anggota dari Putera memiliki sifat nasionalisme yang tinggi. Propaganda anti sekutu yang didengung-dengungkan oleh Jepang kepada bangsa
Indonesia ternyata tidak memlbawa hasil seperti yang diharapkan oleh Jepang.Di pihak lain, ada segi positif selama masa pendudukan Jepang di Indonesia, seperi berlangsungnya proses Indonesianisasi dalm banyak hal, diantaranya bahasa Indonesia dijadikan bahasa resmi, nama-nama di indonesiakan, kedudukan seperti pegawai tinggi, sudah dapat dijabat oleh orang-orang Indonesia dan sebagainya.
Pembela Tanah Air (PETA) PETA merupakan sebuah organisasi bentukan Jepang dengan keanggotaannya terdiri dari pemuda-pemuda Indonesia. Dalam organisasi PETA ini para pemuda bangsa Indonesia dididik atau mendapatkan latihan kemiliteran dari pasukan Jepang.
Tujuan awal pembentukan organisasi PETA ini adalah untuk memenuhi kepentingan peperangan Jepang di Lautan Pasifik.Dalm perkembangan berikutnya, ternyata PETA justru sangat besar manfaatnya bagi bangsa Indonesia untuk meraih kemerdekaan melalui perjuangan fisik.Misalnya Jendral Sudirman dan Jendral A.H. Nasution adalah dua tokoh militer Indonesia yang pernah menjadi pemimipin pasukan PETA pada zaman Jepang.Namun karena PETA dianggap terlalu bersifat Nasionalisme dan berbahaya bagi Jepang maka pada tahun 1944 PETA dibubarkan dan diganti dengan Jawa Hokokai.

4.                   Perlawanan Rakyat terhadap Jepang

Buruknya kehidupan rakyat mendorong timbulnya perlawanan rakyat dibeberapa tempat seperti :
a.              Aceh, pada tahun 1942, pada awal pendudukan Jepang terjadi pemberontakan di Cot Plieng, Lhok Sumawe  dibawah pimpinan Tengku Abdul Jalil. Pemberontakan ini dapat dipadamkan. Namun dua tahun kemudian tahun1944 muncul lagi pemberontakan di Meureu dibaeah pimpnan Teuku Hamid dan dapat dipadamkan juga oleh pasukan Jepang.
b.             Karang Ampel, Sindang (kabupaten Indramayu) tahun 1943 terjadi perlawanan rakyat di daerah itu kepada Jepang. Perlawanan ini dipimpin oleh haji Madriyan dan kawan-kawannya, namun perlawanan ini berhasil ditindas oleh Jepang dengan sangat kejamnya.
c.              Sukamanah (kabupaten Tasikmalaya), tahun 1943 terjadi perlawanan rakyat didaerah itu kepada Jepang. Perlawanan ini dipimpin oleh Haji Zaenal Mustafa. Dalam perlawanan ini Haji Zaenal Mustafa berhasil membunuh kaki tangan Jepang. Dengan kenyataan seperti ini, Jepang melakukan pembalasan yang luar biasa dan melakukan pembunuhan masal terhada rakyat.
d.             Blitar, pada tanggal 14 pebruari 1945terjadi pemberontakan PETA di bawah pimpinan Supriyadi (Putra Bupati Blitar). Dalam memimpin pemberontakan ini Supriyadi tidak sendirian dan dibantu oleh teman-temannya seperti Dr. Ismail, Mudari, Suwondo. Pada pemberontakan itu, orang-orang Jepang yang ada di Blitar dibinasakan. Pemberontakan heroic ini benar-benar mengejutkan Jepang, terlebih lagi pada saat itu Jepang terus menerus mengalami kekalahan didalam perang Asia Timur Raya dan perang Pasifik. Kemudian Jepang mengepung Supriyadi, namun pasukan Supriyadi tetap mengadakan aksinya. Jepang tidak kehilangan akal, ia melakukan tipu muslihat agar pemberontak menyerah saja dan akan dijamin keselamatannyaserta akan dipenuhi tuntutannya. Tipuan Jepang tersebut ternyata berhasil dan akibatnya banyak anggota PETA yang meyerah. Pasukan PETA yang menyerah tidak luput dari hukuman Jepang dan beberapa orang dijatuhi hukuman mati seperti Ismail dan kawan-kawannya. Disamping itu ada pula ada yang meninggal karena siksaan Jepang.
Secara umum dapat dikatakan bahwa pendudukan Jepang dibumi Indonesia tidak dapat diterima.Jepang juga sempat mengadakan pembunuhan secara besar-besaran terhadap masyarakat dari lapisan terpelajar didaerah Kalimantan Barat, dan hanya sebagian kecil saja yang dapat menyelamatkan diri dan lari ke kepulauan Jawa.Setelah kekalahan-kekalahan yang dialami oleh Jepang pada setiap peperangannya dalam perang pasifik, akhirnya pada tanggal 14 agustus 1945 Jepang menyerah pada sekutu.


5.                 Dampak Pendudukan Jepang bagi Bangsa Indonesia

Bidang Politik sejak masuknya kekuasaan Jepang di Indonesia, organisasi-organisasi politik tidak dapat berkembang lagi.Bahkan pemerintah pendudukan Jepang menghapuskan segala bentuk kegiatan-kegiatan organisasi.Organisasi tersebut dihapus dan diganti dan organisasin buatan Jepang.Sehingga kehidupan politik pada masa itu diatur oleh pemerintahan Jepang, walaupun masih terdapat beberapa organisasi politik yang terus berjuang menentakan pendudukan Jepang di Indonesia.
Bidang Ekonomi pendudukan bangsa Jepang atas wilayah Indonesia sebagai Negara imperialis, tidak jauh berbeda dengan Negara-negara imperialism lainnya. Kedatangan bangsa Jepang ke Indonesiaberlatar belakang masalah ekonomi, yaitu mencari daerah-daerah sebagai penghasil bahan mentah dan bahan baku untuk memenuhi kebutuhan industrinya dan mencari tempatpemasaran untuk hasil-hasil industrinya. Sehingga aktivitas perekonomian bangsa Indonesia pada zaman Jepang sepenuhnya dipegang oleh pemerintah Jepang.
Bidang Pendidikan pada masa pendudukan Jepang di Indonesia, kehidupan di Indonesia berkembang pesat dibandingkan dengan pendudukan Hindia Belanda.Jepang memberikan kesempatan kepada bangsa Indonesia untuk mengikuti pendidikan pada sekolah-sekolah yang di bangun oleh pemerintah. Di samping itu, bahasa Indonesia di gunakan sebagai bahasa perantara pada sekolah-sekolah. Namun tujuan Jepang mengembangkan pendidikan yang luas pada bangsa Indonesia adalah untuk menarik simpati dan mendapatkan bantuan rakyat Indonesia dalam menghadapi lawan-lawannyapada perang Pasifik.
Bidang Kebudayaan Jepang sebagai negara fasis selalu berusaha untuk menanamkan kebudayaannya. Salah satu cara Jepang adalah kebiasaan menghormat kearah matahari terbit. Pengaruh Jepang di bidang kebudayaan lebih banyak dalam lagu-lagu, film, drama yang sering kali di pakai  untuk propaganda. Banyak lagu Indonesia diangkat dari lagu Jepang yang popular pada jaman Jepang.iwan Kusuma Sumantri dari buku “sang pejuang dalam gejolak sejarah” menulis kebiasaan-kebiasaan dan kepercayaan-kepercayaan yang sangat merintangi kemajuan kita, mulai berkurang. Kebiasaan sehari-hari (misalnya senin) bagi anak-anak sekolah maupun pegawai-pegawai atau buruh untuk menghormati bendera kita(merah putih) serta pula menyanyikan lagu kebangsaan atau lagu-lagu nasional merupakan kebiasaan yang di wariskan Jepang kapada bangsa Indonesia.
Bidang Sosial selama masa pendudukian Jepang penderitaan bangsa Indonesia semakin bertambah.Terlebih lagi rakyat di jadikan Romusha (kerja paksa).Sehingga banyak jatuh korban akibat kelaparan dan penyakit.
Bidang birokrasi kekuasaan Jepang di pegang oleh kalangan militer, yaitu dari angkatan darat (rikugun) dan angkatan laut (kaigun).pengalaman penerapan birokrasi di Jawa dan Sumatra lebih banyak dari pada tempat-tempat lain.
Bidang militer kekuasaan Jepang atas Indonesia memiliki arti penting, khususnya dalam bidang militer.Para pemuda bangsa Indonesia diberi pendidikan di bidang militer melalui organisasi PETA.Pemuda-pemuda yang tergabung dalam PETA inilah yang nantinya menjadi inti kekuatan dan pergerakan perjuangan rakyat Indonesia mencapi kemerdekaannya.

6.                 Janji Kemerdekaan dari Pemerintahan Jepang

Menjelang perang dunia II tahun 1939,Jepang menjadi salah satu Negara terkuat yang mempunyai rencana untuk menguasai seluruh kawasan Asia Pasifik. Pasukan Jepang melancarkan serangan ke Negara yang berada di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia yang saat itu masih di kuasai oleh Belanda.Pada tanggal 11 januari 1942 pasukan Jepang menguasai Kalimantan Timur.Jepang hanya memerlukan waktu kurang dari satu bulan untuk menguasai seluruh Pulau Kalimantan. Selama bulan Februari dan Maret 1942 pasukan  Jepang menyerbu Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Kepulauan Maluku.
Akhirnya pada tanggal 8 maret 1942  Belanda menyerah pada pada Jepang. Sejak itu kekuasaan Belanda berakhir di Indonesia. Pada awalnya, bangsa Indonesia menyambut baik kemenangan Jepang atas Belanda. Namun Jepang ternyata mempunyai sikap yang sama dengan Belanda. Ibarat pepatah, setelah keluar dari mulut harimau lalu masuk ke mulut buaya.Begitulah yang di alami bangsa Indonesia yang lepas dari penjajahan Belanda, tetapi langsung di kuasai Jepang.Perlawanan juga di lancarkan secara terbuka oleh anggota pasukan PETA (Pembela Tanah Air) Jawa Timur dengan dipimpin Supriyadi. Sedangkan rakyat Jawa Barat melawan Jepang di bawah kepemimpinan KH Zainal Muztafa, seorang  ulama yang cukup berpengaruh. Pada tanggal 7 september 1944 Perdana Mentri Jepang, Jendral Kunaiki Koiso, menyampaikan janji bahwa pemerintah Jepang akan memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia. Namun waktunya belum dipastikan.

A.               Pembentukan BPUPKI

Memasuki tahun 1945 pasukan Jepang terus mengalami kekalahan.Pemerintah Jepang untuk segera merealisasikan janjinya memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia. Pada tanggal 1 maret 1945 panglima pasukan Jepang di Pulau Jawa, Letnan Jendral Kumaici Harada, mengumumkan pembentukan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
Pihak jepang membutuhkan waktu lebih dari satu bulan untuk memilih ketua dan anggota BPUPKI yang semuanya berjumlah 60 orang. Pada 29 april 1945 penguasa jepang mengumumkan dr.K.R.T. Radjiman Wediodiningrat sebagai ketua BPUPKI.Ia didampingi oleh seorang wakil dari pemerintahan Jepang yaitu Yoshio Ichibangase. Selain itu ada tujuh orang jepang yang duduk sebagai pengurus istimewa. Pemerintah pendudukan jepang pada taggal 28 mei 1945 mengadakan acara pelantikan pengurus dan angggota BPUPKI. Pelantikan dilakukan di gedung yang sekarang menjadi kantor Departemen luar Negeri, yakni Jalan Pejambon Jakarta. Gedumg itu pada jaman jepang di jadiakan  kantorTyuo Sangi In ( Majelis Penasihat Pusat) yang menggantikan fungsi Volksraad (Dewan Rakyat) pada zaman Belanda.
BPUPKI menggelar dua kali persidangan, siding pertama berlangsung dari tgl 29 mei hingga 2 juni 1945. Dan sidang keduanya pada tanggal 10 sampai 14 Juni 1945.Agenda utamanya merumuskan undang-undang dasar yang kemudian dikenal dengan UUD 1945. Ketiga tokoh golongan nasionalis, yaitu Mr. Muhammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Supomo dan Ir. Soekarno mengajukan dasar Negara yang berdasarkan lima prinsip.
Mr. Muhammad yamin pada sidang BPUPKI tanggal 29 Mei1945 mengusulkan rumusan asas dan dasar Negara sebagai berikut :
1.             Peri kebangsaan
2.             Peri Kemanusiaan
3.             Peri Ketuhanan
4.             Peri Kerakyatan
5.             Kesejahteraan Rakyat.
Tetapi kemudian mr. Muhammad Yamin menyampaikan usul tertulis naskah rancangan Undang-Undang Dasar, yaitu :
1.             ketuhanan yang Maha Esa
2.             Kebangsaan Persatuan Indnesia
3.             Rasa Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
4.             Kerakyatan yang dipimpin Oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan.
5.             Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Mr. Soepomo pada sidang  BPUPKI tanggal 31 Mei 1945 mengusulkan rumusan asas dan dasar Negara sebagai berikut :
1.             Paham Negara Kesatuan
2.             Perhubungan Negara dengan Agama
3.             System Badan Permusyawaratan
4.             Sosialisasi Negara
5.             Hubungan Antar Bangsa.
6.              
Ir. Soekarno pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945 mengusulkan rumusan asas dan Dasar Negara sebagai berikut :

1.             Kebangsaan Indonesia
2.             Internasionalisme dan Perikemanusiaan
3.             Mufakat dan Demokrasi
4.             Kesejahteraan Sosial
5.             Ketuhanan yang Berkebudayaan.

Panitia kecil yang beranggotakan Drs. Muhammad Hatta, Mr. Muhammad Yamin, Mr.A. Subardjo, Mr. A.A. Maramis, Ir. Soekarno, Kiai Abdul Kahar Moezakkir, K.H.A. Wachid Hasjim, Abikusno Tjokrosujoso, dan H.Agus Salim. Panitia kecil pada sidang PPKI tanggal 22 Juni 1945 memberi usulan rumusan dasar Negara adalah sebagai berikut:
1.             Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluk-pemeluknya.
2.             Kemanusiaan yang adil dan beradab
3.             Persatuan Indonesia
4.             Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakkilan
5.             Keadilan social bagi seluruh Indonesia.
Rumusan akhir pancasila yang ditetapkan tanggal 18 Agustus !945 dalam sidang PPKI adlah sebagai berikut :
1.             Ketuhanan yang Maha Esa
2.             Kemanusiaan yang adail dan beradab
3.             Persatuan Indonesia
4.             Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan permusyawaratan perwakilan.
5.             Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.

Rumusan inilah yang kemudian dijadikan dasar Negara hingga sekarang bahkan hingga akhir perjalanan bangsa Indonesia.Bangsa Indonesia bertekad bahwa Pancasila sebagai dasar Negara tidak dapat diubah oleh siapapun, termasuk oleh MPR.Jika mengubah dasar Negara pancasila berarti membubarkan Negara hasil proklamasi.
7.         Bom Atom di Hirosima dan Nagasaki
Keputusan Jepang untuk segera membubakarkan BPUPKI dan membentuk PPKI ternyata dilatarbelakangi penurunan kekuatan pasukannya menghadapi serangan balik pasukan sekutu dalam perang Dunia II. Oleh karena itu, pasukan sekutu pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945 menjatuuhkan bom atom dikedua kota penting di Jepang yaitu kota Hirosima dan Nagasaki. Hirosima merupakan kota industry dan pelabuhan terpenting di Jepang. Sedangkan Nagasaki merupakan pusat perdagangan yang juga pusat industry kapal.
Hampir sebanyak 300.000 jiwa menjadi korban.Akhirnya pemerintah Jepang menyaatakan menyerah tanpa syarat pada sekutu pada 15 Agustus 1945.Berita tentang kekalahan Jepang disiarkan melalui radio, namun hanya sebagian orang Indonesia saja yang mendengar kekealahan Jepang.Di antara orang Indonesia yang mendengar kekalahan Jepang adalah Sutan Sjahrir.
Setelah mendengar tentang kekalahan Jepang, baik kelompok muda maupun tua mempunyai cita-cita politik yang sama, yaitu mencapai kemerdekaan Indonesia. Perbedaan di anyara keduanya terletak pada cara untuk mencapai cita-cita politik tersebut. Kellomppok muda menginginkan kemerdekaan atas usaha sendiri, sedangkan kellompok tua ingin bekerja sama dengan pemerintahan Jepang.
Kelompok muda mempunyai pandangan berbeda dengan kelompok tua menyangkut soal bagaimana caranya mencapai kemerdekaan.Mereka sudah tidak lagi mempercayai keunggulan militer Jepang.Sikap ini diperoleh setelah mereka secara sembunyi-sembunyi mendegarkan laporan pertempuran dari radio sekutu.Tetepi kelompok muda melihat ketidakmungkinanpihak sekutu memberikan kemerdekaan karena didalam sekutu tergabung pula Belanda yang ingin kembali menguasai wilayah Indonesia.Berdasarkan pertimbangan ini, maka kelompok muda mendesak kelompok tua untuk segara membacakan proklamasi kemerdekaan Negara Republik Indonesia tanpa persetujuan dan dukungan pemerintahan Jepang.Namun desakn ini ditolak, sihingga terjadilah peristiwa Rengasdengklok, yakni penculikan beberapa tokoh kelompok tua (ir.Soekarno dan Drs. Muhammad Hatta) oleh kelompok muda.Penculikan ini sebenarnya bertujuan mulia, yaitu memberikan informasi yang benar kepada kelompok tua mengenai Jepang yang telah menyerah kalah tanpa syarat.
8.         Peristiwa rengasdengklok

Rengasdengklok adalah sebuah kota kecamatan di kabupaten Karawang yang masuk profinsi Jawa Barat. Letaknya disekitar pesisir laut Jawa dan dilalui sungai Citarum.Kota ini dikenal sebagai daerah penghasil padi.Nama Rengasdengklok menjadi sangat terkenal, karena digunakan oleh pemuda Indonesia sebagai tempat menyembunyikan Ir.Soekarno dan Drs. Muhammad Hatta.Tujuannya adalah untuk mmenjauhkan mereka dari segala pengaruh Jepang. Kelompok pemuda merasa yakin bahwa pemerintah Jepang akan menekan kedua tokoh penting ini agar tidak menuruti kelompok pemuda yang ingin mendorong proklamasi kemerdekaan secepatnya tanpa persetujuan dari pemerintah Jepang. Kemugkinan pemerintah Jepang memberikan trekanan kepada kelompok tua sangat besar, karena Soekarno dan Muhammad Hatta berencana akan memimpin rapat PPKI pada tanggal 16 Agustus 1945. Dalam perhitungan kelompok pemuda telah terjadi kekosongan kekuasaan.Kesempatan inilah yang harus dimanfaatkan. Namun kelompok tua menolaknya dengan pertimbangan pemerintahan Jepang akan menentang proklamasi kemerdekaan tersebut. Adanya ketidaksepakatan inilah yang mendorong kelompok pemuuda mengambil keputusan nekat, yakni mengasingkan Soekarno dan Mohammad Hatta.
Keputusan mengasingkan Ir. Soerkarno dan Drs. Mohammad Hatta merupakan salah satu hasil rapat kelompok pemuda pada jam 24.00 menjelang tanggal 16 Agustus 1945. Rapat diadakan di Asrama Baperpi di Cikini, Jakarta.Diantara yang hadir adalah Sukarni, Jusuf Kunto, Dr.Mawardi, dan Chaerul Saleh.Peserta rapat sepakat mengangkat Shodancho Singgih untuk memimpin pelaksanaan mengasingkan Soekarno dan Mohammad Hatta ke Rengasdengklok. Pemilihan kota Rengasdengklok sendiri dilakukan berdasarkan perhiungan militer, yakni adanya hubungan baik antara PETA Daidan Jakarata dan Daidan Purwakarta, karena sering mengadakan latihan bersama. Rengasdengklok juga termasuk salah satu wilayah militer Daidan Purwakarta.Soekarno dan Mohammad HAtta menolak desakan kelompok muda untuk memproklamasikan kemerdekaan tanpa melibatkan pemerintahan Jepang.Alasannya, meski Jepang sudah menyerah kalah pada sekutu, pasukan Jepang masih sangat kuat untuk dilawan.Selain itu proklamasi harus di Jakarta yang sejak Zaman Belanda sudah menjadi pusat kegiatan pemerintahan.Hal ini kemudian disampaikan oleh Shodancho Singgih kepada para pemimpin kelompok muda yang berada di Jakarta.

9.       Proklamasi Kemerdekaan

Kelompok pemuda maupun kelompok tua setuju dengan rencana mengadakan proklamasi di Jakarta sebagaimana keinginan Ir.Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta.Mereka juga telah menghubungi seorang petinggi milterr Jepang, yaitu Laksamana Tadaashi Maeda yang bersedia menjamin keselamatan.Kesediaan Laksamana Tadashi Maeda mendorong Jusuf Kunto dari elompok muda mengantarkan Mr.Ahmad Subardjo dan Sudiro dari kelompok tua untuk menemui Soekarno dan Mohammad Hatta di Rengasdengklok pada tanggal 16 Aguestus 1945.Akhirnya kelompok tua dan kelompok muda sepakat untuk melaksanakan proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jakarta.
Pada hari itu juga rombongan tokoh Indonesia kembali ke Jakarta. Sampai di Jakarta jam sebelas malam. Mereka langsung menuju rumah Laksamana Maeda.Pertemuan berlangsung singkat, dalam pertemuan itu turut hadir Shigetada Nishijima, Tomegoro Yoshizumi, dan Miyosi sebagai penerjemah.Mereka juga meminta jaminan keamanan kepada Mayor Jendral Nishimura, tetapi permntaan ini ditolak. Penolakan ini membuat kelompok tua sudah tidak percaya lagi atas keseriusan pemerintah Jepang  memberikan kemerdekaan sebagaimana yang pernah dijanjikan oleh Perdana Mentri Koiso pada akhir tahun 1944.
Soekarno dan Mohammad Hatta hanya meminta agar Nishimura tidak menghalangi rencana bangsa Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaan pada tnggal 17 Agustus 1945.Permintaan ini dipenuhi, Nishimura kemudian mengirimkan orang kepercayaannya bernama Miyoshi untuk ikut menyaksikan rapat perumusan teks proklamasi kemerdekaan di rumah Laksamana Maeda di jalan Bonjol I Jakarta.Rumah Maeda di anggap oleh tokoh Indonesia adah tempat yang aman, mengingat posisinya sebagai pejabat tinggi militer yang sangat dihormati termasuk oleh Nishimura.
Penyusunan teks proklamasi kemerdekaan disaksikan oleh Sukarni, Sudiro dan B.M Diah, dan beberapa tokoh lainnya menunggu di serambi muka.Tokoh-tokoh Indonesia yang menyusun teks adalah Soekarno, Mohammad Hatta dan Achmad Subardjo.Teks proklamasi diselesaikan oleh ketiganya pada jam 04.00 WIB tanggal 17Agustus 1945.
Mengenai penandatanganan teks prokklamasi Soekarno mengusulkan agar seluruh tokoh yang hadir sebagai penandaatangan.Usulan ini ditolak oleh kelompok muda. Mereka mengusulkan agar hanya Soekarno dam Mohammad Hatta yang menandatanganinya. Teks proklamasi diketik oleh Sayuti Melik.Ada sedikit perbaikan redaksi dari rumusan bertulis tangan. Misalnya tempoh tanpa menjadi tempo tanpa huruf “hal-2” ditulis dengan “hal-hal”. Namun perbaikan paling penting adalah pada bagian terakhir yang semula tertulis wakil-2 bangsa Indonesia menjadi atas nama bangsa Indonesia. Semua perbaikan ini merupakan usulan dari seluruh tokoh Indonesia yang hadir di rumah Laksana Maeda.

Soekarno mengusulkan  rumahnya di pegangsaan Timur No.56 (sekarang  jalan proklamasi menjadi Gedung perintis Kemerdekaan) sebagai tempat membacakan teks proklamasi kemerdekaan. Usulannya di terima oleh seluruh hadirin. Pada jam 10 pagi, 17 agustus 1945 , yang waktu itu bertepatan denhan bulan puasa, soekarno membacakan teks proklamasi kemerdekaan didampingi oelh Mohammad Hatta.
Acara setelah pembacaan teks proklamasi kemerdekaan adalah pengibaran bendera merah putih. Wali kota Jakarta, suwirjo, menyambut baik tentang rencana pembacaan teks proklamasi tersebut. Ia menyediakan peralatan yangdiperlukan seperti pengeras suara. Selain,  itu suwirjo juga bersedia memberikan kata sambutan.
Kemerdekaan Indonesia bukanlah pemberian dari pemerintahjepang, meskipun mereka pernah berjanji akan memberikan kemerdekaan tersebut. Namun janji pada akhir tahun 1994 itu tidak sempat dilaksanakan, karena jepang sudah menyerah kalah kepada pihak ssekutu.
Pada pagi hari tanggal 17 agustus 1945 teks proklamasi kemerdekaan sampai ke tangan Waidan B. panelewen yang saat itu menjabat sebagai kepala bagian radio dari kantor berita domei. Ia memperolehnya dari syahrudin, salah seorang wartawan Kantor berita Domein. Panelwen segera memerintahkan penyiar berita yang bernama F.wuz untuk menyiarkan berita ini di ulang terus setiap jam sekali jam 4 sore penghentian di lakukan karena di larang oleh pemerintah jepang.
Terciptalah pemancar baru di Menteng 31 dengan kode panggilan DJK I.dari sinilah berita proklamasi kemerdekaan tersebar luas. Penyebarannya semakin luas karena diberitakan juga melalui surat kabar. Hampir seluruh surat kabar di Pulau Jawa memberitakannya pada terbitan edisi tanggal 20 Agustus1945. Berita dilengkapi dengan UUD 1945 hasil persidangan BPUPKI.

10.       Kembalinya Belanda Bersama Sekutu
Sesuai dengan perjanjian WINA pada tahun 1942, bahwa negara-negara sekutu bersepakat untuk mengembalikan wilayah yang kini diduduki oleh Jepang oleh pemilik kolonialnya masing-masing, bila Jepang berhasil diusir dari daerah pendudukannya.
Menjelang akhir perang tahun 1945, sebagian wilayah Indonesia telah dikuasai oleh tentara sekutu. Satuan tentara Australia telah mendaratkan pasukannya di Makasar dan Banjarmasin, sedangkan Balikpapan telah diduduki oleh Australia sebelum Jepang menyatakan menyerah kalah. Sementara Pulau Morotai dan Irian Barat bersama-sama dikuasai oleh satuan tentara Australia dan Ameriak Serikat, dibawah pimpinan Douglas Mac Arthur, Panglima Komando kawasan Asia Barat Daya.
Setelah perang usai, tentara Austtralia bertanggung jawab terhadap Kalimantan dan Indonesia bagian timur. Ameriaka Serikat munguasai Filipina dan tentara Inggris dalam bentuk komando SAEC (South East Asia Command) bertanggung jawab atas India, Burma, Sri Lanka, Malaya,sumatra, Jawa dan Indocina. SAEC dengan Panglima Lord Mountbatten sebagai komando tertinggi sekutu di Asia Tenggara bertugas melucuti bala tentara Jepang dan pengurus pengembalian tawanan perang dan tawanan warga sipil sekutu

Ø    Mendaratnya Belanda diwakili NICA

Berdasarkan Civil Affairs Agreement, pada tanggal 23 Agustus 1945 Inggris bersama tentara Belanda mendarat di Sabang,Aceh. 15 September 1945, tentara Inggris selaku wakil sekutu tiba di Jakarta,denagn didampingi Dr. Charles Van Der Plas, wakil Belanda pada sekutu.kehadiran tentar sekutu ini, diboncengi NICA (Netherland Indies Civil Administration = pemerintah sipil hindia Belanda) yang dipimpin oleh Dr. Hubertus J Van Mook, ia dipersiapkan untuk membuka perundinagan atas dasar pidato siaran radio Ratu Wihelmina pada tahun 1942 (Statkundige Concepti atau konsep kenegaraan), tetapi ia mengumumkan bahwa ia tidak akan berbicara dengan Soekarno yang dianggapnya telah bekerja sama dengan Jepang.


Ø    Pertempuran melawan sekutu dan NICA

Pada saat datangnya sekutu dan NICA ke Indonesia, terjadilah banyak pertempuran yang terjadi antara Indonesia dan penjajah, yang pada saat itu Indonesia baru menyatakan kemerdekaannya. Pertempuran yang terjadi antara lain adalah :

1.                   Pertempuran10 November di daerah Surabaya dan sekitarnya.

Pertempuran Surabaya merupakan peristiwa sejarah perang antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Belanda. Peristiwa besar ini terjadi pada tanggal 10 November 1945 di kota Surabaya, Jawa Timur. Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan paukan asing setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, dan merupakan satu pertempuran terbesar dan terberat dalm sejarah revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap Kolonialisme.

Insiden di Hotel Yamato, Tunjungan,Surabaya.

Setelah munculnya maklumat pemerintah Indonesia tanggal 31 Agustus 1945 yang menetapkan bahwa mulai 1 Sepember 1945 bendera nasional sang saka merah putih dikibarkan terus di seluruh wilayah Indonesia, gerakan pengibaran bendera tersebut semakin meluas kesegenap pelosok kota Surabaya. Klimaks gerakan pengibaran bendera di Surabaya terjadi pada insiden perobekan bendera di Yamato Hoteru / hotel Yamato(bernama Oranje Hotel atau Hotel Oranye pada zaman kolonial sekarang bernama Hotel Majapahit) di Jl. Tunjungan no. 65 Surabya.
Sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan Mr. W.V.Ch Ploegman pada sore hari tanggal 18 September 1945, tepatnya pukul 21.00, mengibarakn bendera Belanda (Merah-Putih-Biru), tanpa persetujuan pemerintah RI Daerah Surabaya, pada tiang tingkat teratas Hotekl Yamato, sisi sebelah utara. Keesokan harinya para pemuda Surabaya melihatnya dan menjadi marah karena mereka menganggap Belanda telah menghina kedaulatan Indonesia dan melecehkan gerakan pengibaran merah putih yang sedang berlangsung di Surabaya.
Tak lama setelah mengumpulkan massa di Hotel Yamato, Residen Soedirman, pejuang dan diplomat yang saat itu menjabat sebagai wakil Residen (Fuku Syuco Gunseikan) datang melewati kerumunan massa lalu masuk ke Hotel Yamato dikawal Sidik dan Hariyono. Sebagai perwakilan RI, dia berunding dengan Mr. Ploegman dan kawan-kawannya. Mereka meminta agar benderaBelanda sefera diturunkan dari gedung Hotel Yamato. Dalm perundingan ini Ploegman menolak untuk menurunkan bendera Belanda dan menolak untuk mengakui kedaulatan Indonesia. Perundingan berlangsung memanas, Ploegman mengeluarkan pistol, dan terjadilah perkelahian di dalam ruang perundingan. Ploegman tewas dicekik oleh Sidik, yang kemudian juga tewas oleh tentara-tentara Belanda yang berjaga-jaga dan mendengar letusan pistol Ploegman, sementara Soedirman dan Hariyono melarikan diri keluar Hotel Yamato. Sebagian pemuda berebut naik ke atas Hotel Yamato untuk menurunkan bendera Belanda. Hariyono yang semula bersama Soedirman kembali ke dalam Hotel dan terlibat dalam pemanjatan tiang bendera dan bersama Koesno Wibowo berhasil menurunkan bendera Belanda, merobek bagian birunya, dan mengereknya ke puncak tiang bendera, dan kembali menjadi bendera merah putih.
Setelah insiden di Hotel Yamato tersebut, pada tanggal 7 Oktober 1945 meletuslah pertempuran pertama antara Indonesia melawan tentara Inggris, sebelum akhirnya Jendral D.C Hawthorn meminta bantuan kepada presiden Soekarno untuk meredakan situasi.
Setelah gencatan senjata antara pihak Indonesia dan pihak tentara Inggrisditandatangani pada tanggal 29 Oktober 1945, keadaan berangsur-angsur mereda. Walaupun begitu tetap saja terjadi bentrokan-bentrokan bersenjata antara rakyat dan tentara Inggris di Surabaya.bentrokan-bentrokan di Surabaya tersebut memuncak dengan terbunuhnya Brigadir Jendral Mallaby (pimpinan tentara Inggris untuk wilayah Jawa Timur), pada 30 Oktober 1945 sekitar pukul 20.30, mobil buick yang ditumpangi oleh Brigadir Jendral Mallaby berpapasan dengan sekelompok Milisi Indonesia ketika akan melewati jembatan merah. Kesalahpahaman menyebabkan terjadinya baku tembak yang berakhir dengan tewasnya Brigadir Mallaby oleh tembakan pistol seorang pemuda Indonesia yang sampai sekarang tidk diketahui identitasnya, dan ledakan mobil tersebut karena ledakan granat yang menyebabkan jenazah Mallaby sulit dikenali. Kematian Mallaby ini menyebabkann pihak Inggris marah kepada pihak Indonesia dan berkibat pada keputusan pengganti Mallaby, Mayor Jendral eric Carden Robert Mansregh untuk mengeluarkan ultimatum pada tanggal 10 November 1945 untuk meminta pihak Indonesia menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan pada tentara AFNEI dan administrasi NICA.

Ultimatum 10 November 1945

Setelah terbunuhnya Brigadir Mallaby, penggantinya Mayor Jendral Robert Mansregh mengeluarkan ultimatum yang menyebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangn ke atas. Batas ultimatum adalah pukul 06.00 pagi taggal 10 November 1945.
Ultimatum tersebut kemudian dianggap sebagai sebuah penghinaan bagi para pejuang dan rakyat Indonesia yang telah banyak membentuk badan-badan perjuangan / milisi. Ultimatum tersebut ditolak oleh pihak Indonesia dengan alasan bahwa Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri, dan tetara keamanan rakyat (KTR) juga sudah dibentuk sebagai pasukan Negara. Selain itu banyak organisasi perjuangan bersenjeta yang telah dibentuk masyarakat, termasuk dikalagan  pemuda, mahasisiwadan pelajaran yang menentag masuknya kembali Belanda yang memboncengi kehadiran tentar Inggris di Indonesia.
Pada tanggal 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan bersekala besar, yang diawali dengan pegeboman udara di gedung-gedung pemerintahan Surabaya, dan kemudian mengerahkan sekitar 30.000 infanteri, sejumlah pesawat terbang, tank, dan kapal perang. Inggris kemudian membombordir kota surabaya dengan meriam dari laut dan darat. Perlawanan pasukan dan milisi kemudian berkobar di seluruh kota denngan bantuan aktif dari penduduk. Terlibatnya penduduk dalam pertempuran ini mengakibatkan ribuan penduduk sipil jatuh menjadi korban dalam serangan tersebut, baik meninggal maupun terluka.
Diluar dugaan pihak Inggris yang menduga bahwa perlawanan di Surabaya bisa ditaklukkan dalam tempo tiga hari, para tokoh masyarakat seperti pelopor muda Bung Tomo yang berpengaruh besar di masyarakat terus menggerakkan semangat perlawanan pemuda-pemuda Surabaya sehingga perlawanan terus berlanjut di tengah serangan sekala besar Inggris. Tokoh-tokoh agama yang terdiri dari kalangan ulama dan kyai-kyai pondok Jawa seperti KH. Hasyim Asy’ari , KH.Wahab hasbullah serta kyai pesantren lainnya juga mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat sipil sebagai milisi perlawanan (pada waktu itu masyarakat tidak  patuh kepada pemerintahan tetapi mereka lebih patuh dan taat pada kyai) sehingga perlawanan pihak Indonesia berlangsung lama dari hari ke hari, hingga dari minggu keminggu lainnya. Perlawanan rakyat yang pada awalnya di lakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi,makin hari makin teratur. Pertempuran skala besar ini mencapai waktu sampai 3 minggu, sebelum seluruh kota Surabaya akhirnya jatuh di tangan pihak inggris. Sekitar 6000-16000 pejuang dari pihak Indonesia tewas dan 200000 rakyat sipil mengungsi dari Surabaya. Korban dari pasukan inggris dan india kira-kira sejumlah 600-2000 tentara. Pertempuran berdarah di Surabaya yang memakan ribauan korban jiwa tersebut telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahan kann kemerdekann. Banyak pejuang yang gugur dan rakyat sipil menjadi korban pada hari 10 november ini kemudian di kenang sebagai hari pahlawan oleh replubik Indonesia hingga sekarang.

2.      Palagan Ambarawa
Palagan ambarawa adalah sebuah peristiwa perlawanan rakyat terhadap sekutu yang terjadi di Ambarawa, sebelah selatan semarang, jawa tengah. Pertempuran ambarawa pada tanggal 11 Desember 1945, KOL.suedirman mengadakan rapat dengan para Komandan Sektor TKR dan Laskar. Pada tanggal 12 Desembet 1945 jam 4.30 pagi, serangan mulai di lancarkan. Pembukaan serangan di mulai dari tembakan mitra liur terlebih dahulu, di susul oleh penembak -penembak karaben. Pertempuran berkobar di ambarawa. Satu setengah jam kemudian, jalan raya semarang-ambarawa di kuasai oleh kesatuan-kesatuan TKR. Pertempuran ambarawa berlangsung sengit colonel soedirman langsung memimpin pasukannya yang menggunakan taktik supit urang, atau pengepungan rangkap dari  kedua sisi sehingga musuh benar-benar terkurung. Suplai dan komunikasi dengan pasukan induknya di putus sama sekali. Setelah bertempur selama 4 hari, pada tanggal 15 desember 1945 pertempuran berakhir dan Indonesia berhasil merebut ambarawa dan sekutu di buat mundur ke semarang. Kemenangan pertempuran ini kini di abadikan dengan Monumen palagan Ambarawa dan di peringatinya Hari jadi TNI Angkatan Darat atau Hari Juang Kartika.


3.               Bandung Lautan Api
Peristiwa bandung lautan api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di kota Bandung, provinsi jawa barat, Indonesia pada 24 Maret 1946. Dalam waktu 7 jam, sekitar 200ribu penduduk bandung membakar rumah mereka, meninggalkan kota menuju pegunungan di daerah selatan bandung. Hal ini, di lakukan untuk mencegah tentara sekutu dan tentara NICA Belanda untuk dapat menggunakan kota bandung sebagai markas strategis militer dalam perang kemerdekaan Indonesia.
Latar Belakang Peristiwa Bandung Lautan Api
Malam tanggal 24 November 1945 TKR dan badan-badan perjuangan melancarkan serangan terhadap kedudukan-kedudukan Inggris di bagian utara, termasuk Hotel Homann dan Hotel Preanger yang mereka gunakan sebagai markas. Ultimatum tentara sekutu agar Tentara Republik Indonesia meninggalkan kota Bandung mendorong TRI untuk melakukan oprasi “Bumi Hangus”. Bandung sengaja dibakar oleh TRI dan rakyat setempat dengan maksud agar sekutu tidak dapat menggunakan Bandung sebagai markas strategi militer. Dimana-mana asap hitam mengepul membumbung tinggi di udara dan listrik mati. Gedung besar sebelah selatan Bandung yang bernama Gedung Amunisi besar milik tentara sekutu meledak dan terbakar hancur. Pembumi hanguskan Bandung tersebut diangkat merupakan strategi yang tepat dalam Perang Kemerdekaan Indonesia karena kekuatan TRI dan milisi rakyat tidak sebanding dengan kekuatan pihak sekutu dan NICA yang berjumlah besar. Setelah peristiwa tersebut, TRI besama milisi rakyat melakukan perlawanan secara gerilya dari luar Bandung. Peristiwa ini mengilhami lagu Halo-halo Bandungyang nama penciptanya masih jadi bahan perdebatan. Istilah Bandung Lautan Api menjadi istilah yang terkenal setelah peristiwa pembumi hangusan tersebut.
11.       Pembentukan Negara Kesatuan RepublikIndoesia (NKRI)
Pembacaan teks Proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 sekaligus merupakan peresmian berdirinya Negara Republik Indonesia.Satu hari setelah pembacaan proklamasi kemerdekaan, PPKI menyelenggarakan sidang yang memutuskan untuk mengangkat Soekarno dan Mohammad Hatta sebagai presiden dan waki presiden RI.
Keputusan penting lainnya dalam sidang PPKI dan Panitia Sembilan menjadi konstitusi Negara Republik Indonesia.Bersama dengan itu pula Pancasila ditetapkan sebagai dasar Negara.
Namun PPKI melakukan sedikit perubahan terhadap Pancasila hasil kerja Panitia Sembilan dengan mengganti kalimat “ ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluk-pemeluknya” menjadi “Ketuhanan yang Maha Esa”.Perubahan ini dilakukan untuk menghilangkan kesan diskriminatif terhadap pemeluk agama lainnya.
Di dalam UUD 1945 dicantumkan secara jelas bahwa Negara Indonesia adlah sebuah Negara kessatuan yang berbentuk republic.Namun seluruh suku bangsa disatukan oleh bahasa Indonesia yang telah ditetapkan sebagai Bahasa nasional sejak Sumpah Pemuda pada tahun 1928. Suku-suku bangsa di Indonesia tersebar diseluruh wilayah Indonesia yang mencapai 1.937.756 km2.Di antara ribuan pulau-pulau besarnya adalah Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, dan Irian.Berdasarkan perjanjian kontrak social di antara para wakil rakyat, yakni Negara Republik Indonesia.


a.             Republik Indonesia Serikat

Selamat empat tahun sejak Proklamasi kemerdekaan RI (1945-1949), terjadi perang antara Indonesia dengan Belanda, pihak Belanda tidak mengakui kemerdekaan bangsa Indonesia dan tidak menganggap wilayah Indonesia.Dan akhirnya bangsa Indonesia melakukan usaha menghentikan perang kemerdekaan melalui jalur perundingan sudah dilakukan beberapa kali, sehingga mengasilkan beberapa kesepakatan seperti Linggarjati, Renville, Roem-Royen, dan Konfrensi Meja Bundar (KMB).

Ø   Perjanjian Linggarjati

Bulan Agustus 1946 pemerintah Belanda melakukan usaha lain untuk memecah halangan dengan menunjuk tiga orang komisi jendral datang ke Jawa dan membantu Van Mook dalam perundingan baru dengan wakil-wakil republik itu. Konfrensi kedua belah pihak diadak di bulan Oktober dan November dibawah pimpinan yang netral seorang komisi khusus Inggris, Lord Killearn. Bertempat di bukit Linggarjati dekat Cirebon. Setelah mengalami tekanan berat terutama Inggris dari luar negri, dicapailah suatu persetujuan tanggal 15 November 1946 yang hasilnya antara lain sebagai berikut :
§    Belanda mengakui secara de facto Republik Indonesia dengan wilayah kekuasaan yangmeliputi Sumatra, Jawa, Madura.
§    Belanda harus meninggalkan wilayah de facto (RI) paling lambat1 Januari 1949.
§    Pihak Belanda dan Indonesia sepakat membentuk negara RIS.
§    Dalam bentuk RIS Indonesia harus tergabung dalam Commonwealth / persemakmuran Indonesia-Belanda dengan mahkota negri Belanda sebagai kepala uni.
Dalam perundingan ini indonesia diwakili oleh Sutan Syahrir, Belanda diwakili oleh tim yang disebut komisi Jendral dan dipimpin oleh Wim Schermerhorn denngan anggota H.J Van Mook dan Lord Killearn dari Inggris dan bertindak sebagai Mediator daam perundingan ini.
Pelaksanaan hasil perundingan ini tidak bejalan mulus, pada tanggal 20 Juli 1947, gubernur Jendral H.J Van Mook akhirnya menyatakan bahwa Belanda tidak terikat lagi denngan perjanjian ini, dan pada tanggal 21 Juli 1947, meletuslah agresi militer I. Hal ini merupakan akibat dari perbedaan penafsiran antara Indonesia dan Belanda.

Ø   Agresi Militer I

Pada tanggal 27 Mei 1947, Belanda mengirimkan nota ultimatum, yang harus dijawab dalam 14 hari, yang berisi :
·                Membentuk pemerintahan adinterim bersama.
·                Mengeluarkan uang bersama dan mendirikan lembaga devisa bersama.
·                Republik Indonesia harus mengirimkan beras untuk rakyat di daerah yang diduduki Belanda.
·                Menyelenggarak keamanan dan ketertiban bersama, termasuk daerah-daerah republik yang memerlukan bantuan Belanda (gendarmerie bersama).
·                Menyelenggarakan penilikan bersama atas impor dan ekspor.
Perdana mentri Syahrir menyetakan kesediaan untuk mengakui kedaulatan Belanda selama masa peralihan, tetapi menolak gendarmerie bersama. Jawaban ini mendapat reaksi keras dari kalangan parpol-parpol di Republik. Ketika jawaban jawaban yang memuaskan tidak kunjung tiba, Belanda terus “mengembalikan ketertiban” dengan “tindakan kepolisian”. Pada tanggal 20 Juli 1947 tengah malam (tepatnya pada tanggal 21 Juli 1947) mulailah pihak Belanda melancarkan aksi polisionil mereka yang pertama.
Aksi Belanda ini sudah sangat diperhitungkan sekali, dimana mereka telah menempatkan pasukan-pasukannya ditempat yang strategis.pasukan yang bergerak dari Jakarta dan Bandung untuk menduduki Jawa Barat (tidak termasuk Banten), dan dari Surabaya untuk menduduki Madura dan Ujung Timur. Gerakan-gerakan pasukan yang lebih kecil mengamnkan wilayah Semarang. Dengan demikian, Belanda menguasai semua pelabuhan perairan di Jwa dan Sumatra.perkebunan-perkebunan di sekitar Medan, instalasi-instalasi dan batu bara disekitar Palembang, dan daerah Padang diamankan. Melihat aksi Belanda yang tidak mematuhi perjanjian Linggarjati membuat syahrir bingung dan putus asa, maka pada bulan Juli 1947 dengan terpaksa mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Perdana Mentri, karena sebelumnya dia sangat menyetujui tuntutan Belanda dalam menyelesaikan konflik antara pemerintah RI dengan Belanda.
Menghadapi aksi Belanda ini, bagi pasukan Republik hanya bisa bergerak mundur dalam kebingungan dan hanya menghancurkan apa yang dapat mereka hancurkan. Dan bagi Belanda, setelah melihat keberhasilan dalam aksi ini menimbulkan keinginan untuk melanjutkan aksinya kemabali. Beberapa orang Belanda termasuk Van Mook, berkeinginan merebut Yogyakarta dan merebut suatu pemerintahan Republik yang lebih lunak, tetapi pihak Amerika dan Inggris yang menjadi sekutunya tidak menyuakai aksi polisional tersebut serta menggiring Belanda untuk segera menghentikan penaklukkan sepenuhnya terhadap Republik.

Ø   Perjanjian Renville

Perjanjian renville adalah perjanjian antara Indonesia dan Belanda yang ditandatangani pada tanggal 17 Januari 1948 di atas geladak kapal peranng Amerika Serikat sbagai tempat netral, USS Renville yang berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Perundingan dimulai pada tanggal 8 Desember 1947 dan ditengahi oleh Komisi Tiga Negara yang terdiri dari Amerika Serikat, Australia, dan Belgia.
Delegasi Indonesia dipimpin oleh Perdana Mentri Amir Syarifudin Harahap.delegasi kerajaan Belanda dipimpin oleh Kolonel KNIL R. Abdul Kadir Wijoyoatmojo. Delegasi Amerika dipimpin oleh Frank Porter Graham. Pemerintah RI dan Belanda sebelumnya pada tanggal 17 Agustus 1947 sepakat untuk melakukan gencatan senjata hingga ditandatanganinya Persetujuan Renville, tapi pertempuran terus terjadi antara tentara Belanda dengan berbagai laskar-laskar yang tidak termasuk TNI, dan sesekali unit pasukan TNI juga terlibat baku tembak dengan tentara Belanda, seperti yang terjad antar Karawang dan Bekasi.
Isi Perjanjian Renville adalh sebagai berikut :
§    Belanda hanya mengakui Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Sumatra sebagai bagian wilayah Republik Indonesia.
§    Disetujuinya sebuah garis demarkasi yang memisahkan wilayah Indonesia dan daerah pendudukan Belanda.
§    TNI harus ditarik mudur dari daerah-daerah kantongnya diwilayah pendudukan di Jawa Barat dan Jawa Timur Indonesia di Yogyakarta.
Sebagai hasil persetujuan Renville, pihak Republik harus mengosongkan wilayah-wilayah yang dikuasai oleh TNI, dan pada bulan Februari 1948, Divisi Siliwangi hijrah ke Jawa Tengah. Tidak semua pejuang Republik yang tergabung dalam berbagai laskar, seperti barisan bambu runcing dan laskar Sabilillah dibawah pimpinan Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo mematuhi hasil persetujuan Renville tersebut. Mereka terus melakukan perlawanan bersenjata terhadap tentara Belanda.

Ø   Agresi Militer II
Agresi Militer Iiterjadi pada 19 Desember 1948 yang diawali dengan seranagn terhadap Yogyakarta, ibu kota Indonesia saat itu, serta penangkapan Soekarno, Muhammad Hatta, Sjahrir dan beberapa tokoh lainnya. Jatuhnya ibu kota negara ini menyebabkan dibentuknya Pemerintahan Darurat Republik Indonesia di Sumatra yang dipimpin oleh Syarifuddin Prawiranegara.
Ø   Pemberontakan DI/TII

Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonsia (DI/TII) berawal dari penolakan terhadap hasilperjanjian Renville yang ditandatangani oleh pemerintah Republik Indonesia dan pemerintahan belanda pada tangal 17 Januari 1948.Sebagai besar partai politik menilai Amir Sjarifuddin gagal memperjuangkan kepentingan Indonesia. Akibatnya ia dijatuhkan dari jabatan Perdana Mentri. Setelah itu Amir Sjarifuddin membentuk Fron Demokrasi Rakyat (FDR).
Salah satu isi Perjanjian Renville adalah penarikan mundur pasukan Republik Indonesia dari Jawa Barat karena sudah dikuasai oleh pasukan belanda yang berpusat di kota Bandung presiden dan wakil presiden marangkap Perdana Mentri pada tanggal 19 Desember 1948. Baginya keberhasilan pasukan belanda tersebut berarti hancurnya Negara Republik Indonesia, sehingga memberikan kesempatan kepadanya untuk memberikan sebuah Negara baru.Pada tanggal 7 Agustus 1949 Kartosuwirjo mengumumkan pendidikan Negara Islam Indonesia (NII) yang berpusat di Garut, Jawa Barat.Kurang dari tig minggu kemudian wilayah Brebes dan tegal di bawah kepemimpinan Amir Fatah menyatakan wilayahnya sebagai bagian sari NII.
Penyelesaian masalah pemberontakan DI/TII diserahkan kepada panglima divisi masing-masing daerah. Misalnya DI/TII  jawa barat oleh divisi saliwangi,DI/TII  jawa tengah oleh Divisi Diponegoro, DI/TII Sulawesi selatan oleh Divisi Hasanudin, DI/TII Kalimantan Selatan oleh Divisi Lambung Mangkurat, dan DI/TII aceh oleh Divisi bukit Barisan. Oleh karenannya cara penyeseleaiannya pun berbeda. Di/TII jawa tengah, jawa barat dan Kalimantan selatan melalui perang, sedangkan Di/TII aceh dan DI/TII Kalimantan selatan diselesaikan dengan cara damai.  Daud Beureuh yang memimpin DI/TII aceh menyerahkan kepada bulan Desembar 1962 dan Ibnu Hajar yang memimpin DI/TII kaliamnatan selatan menyerah pada bulan juli 1963.

Ø   Perjanjian Roem Royen

Perjanjian Roem Royen disebut juga perjanjian Perjanjian Roem-Van Roijen adalah sebuah perjanjian antara Indonesia dengan Belanda yang dimulai pada tanggal 14 April 1949 dan akhirnya ditandatangani pada tanggal 7 mei 1949 di Hotel Des Indes, Jakarta. Namanya diambil dari kedua pemimpin delegasi, Mohammad Roem dan Herman Van Rojjen. Maksud dari pertemuan ini adalah untuk menyelesaikan beberapa masalah mengenai kemerdekaan Indonesia sebelum Konfrensi Meja Bundar di Den Haag pada tahun yang sama.
Dan hasil pertemuan ini adalah :
§    Angkatan bersenjata Indonesia akan menghentikan semua aktifitas gerilya.
§    Pemerintah republik Indonesia akan menghadiri Konfrensi Meja Bundar.
§    Pemerintah Republik Indonesia dikembalikan ke Yogyakarta.
§    Angkatan bersenjata Belanda akan menghentikan semua operasi militer dan membebaskan semua tawanan perang.
Pada tanggal 22 Juni, sebuah pertemuan lain diadakan dan mengasilkan keputusan sebagai berikut :
§    Kedaulatan akan diserahkan kepada Indonesia secara utuh dan tanpa syarat sesuai perjanjian Renville pada 1948.
§    Belanda dan Indonesia akan mendirikan sebuah persekutuan dengan dasar sukarela dan persamaan hak.
§    Hindia Belanda akan menyerahkan semua hak, kekuasaan, dan kewajiban kepada Indonesia.
Pasca perjanjian pada 6 Juli, soekarno dan Hatta kembali dari pengasingan ke Yogyakarta, ibukota sementara Republik Indonesia. Pada tanggal 13 Julli kabinet Hatta mengesahkan perjanjian Roem Van Roijen dan Sjafruddin Prawiranegara yang menjabat sebagai presiden Pemerintahan darurat Republik Indonesia dari tanggal 22 Desember 1948 menyerahkan kembali mandatnya kepada Soekarno dan secara resmi mengakhiri keberadaan PDRI pada tanggal 13 Juli 1949. Pada tanggal 3 Agustus, gencatan senjata antar Belanda dan Indonesia dimulai di Jawa (!1 Agustus) dan Sumatar (15 Agustus). Konfrensi meja bundar mencapai persetujuan tentang semua masalah dalam agenda pertemuan, kecuali masalah Papua-Belanda.

Ø   Konfrensi Meja Bundar

Konfrensi meja bundar addalah sebuah pertemuan antar pemerintahRepublik Indonesia dan Belanda yang dilaksanakan di Den Haag, Belandaa dari 23 Agustus hingga 2 November 1949.
Pertemuan ini dilatar belakangi karena usaha Belanda untuk meredam kemerdekaan Indonesia dengan jalan kekerasan berakhir dengan kegagalan. Belanda mendapat kecaman keras dari dunia Internasiaonal. Belanda dan Indonesia kemudian mengadakan beberapa pertemuan untuk menyelesaikan masalah ini secara diplomasi, lewat perundingan Linggarjati, Perjanjian Renville, Perjanjian Roem- van Roijen, dan Konfrensi Meja Bundar.
Hasil dari Konfrensi Meja Bundar adalah :
§    Serahterima kedaulatan dari pemerintah Kolonial Belanda kepada Republik Indonesia Serikat kecuali Papua bagian barat. Indonesia ingin agar semua berkas daerah Hindia Belanda menjadi daerah Indonesia, sedangkan Belanda ingin menjadiakan Papua bagian baratnegara terpisah karena perbedaan etnis. Konfrensi ditutup tanpa keputusan mengenai hal ini. Karena itu pasal 2 menyebutkan bahwa Papua bagian barat bukan bagian dari serah terima, dan bahwa masalah ini akan diselesaikan dalam waktu satu tahun.
§    Dibentuknya sebuah persekutuan Belanda-Indonesia, dengan Monarch Belanda sebagai kepala negara.
§    Pengambil alihan hutang Hindia Belanda oleh Republik Indonesia Serikat.

Sejak disetujuinnya perjanjian KMB, dibentuk Negara Indonesia berubah dari kesatuan menjadi federasi atau serikat dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS) yang ibu kotanya berada di Jakarta. Perubahan bentuk Negara dari kesatuan ke federai didahului dengan pergantian konstitusi yang semula UUD 1945 menjadi konstitusi RIS.
RIS terdiri atas 16 negara bagian, yaitu Repubik Indonesia, Negara Sumatra Timur, Negara Sumatra Selatan, Negara Pasundan, Negara Madura, Negara Indonesia Timur, Negara Jawa Timur, Negara Kalinmantan Barat,Negara Kalmantan Timur, Negara Kalinmantan Tenggara, Dayak Besar, Banjar, Bangka. Belitung, Riau dan Jawa Tengah.
Pemerintah RI harus berunding dengan pihak BFO (Bijeenkomst voor federal Overleg = Pertemuan Musyawarah federal) terlebih dahulu sebelum berunding dengan pihak Belanda dalam perundingan KMB. Pada tanggal 19-22 Juni 1949. Perundingan ini disebut sebagai sebagai Konfrensi Antar-Indonesia dan menghasilkan beberapa kesepakatan :
1.             Membentuk Negara Republik serikat (RIS) yang berdasarkan demokrasi dan Federalisme.
2.             Negara RIS dikepalai oleh seorang presiden, dalam menjalankan tugasnya Presiden RIS dibantu sejumlah menteri yang bertanggung jawab kepada Dewan perwakilan Rakyat.
3.             Pembentuka dua badan perwakilan, yaitu dewan perwakilan rakyat dan dewan perwakilan Negara bagian.
4.             Pemerintah Negara-negara bagian akan mendapatkan pengakuan kedaulatan dari perintah Belanda dari pemerintah Republik Indonesia.
Perundingan KMB dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus 1949 di Den Haag, Belanda dan berakhir pada tanggal 2 Nopember 1949.





6.                   Kembali ke Negara Kesatuan

Sejak awal pembentukan Negara bagian merupakan strategi pihak Belanda dalam memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.Sebagian besar rakyat di Negara-negara bagian tidak memberikan dukungannya dan melancarkan demonstrasi agar pemerintahan Negara bagian membubarkan diri dengan Republic Indonesia kedalam system Negara kesatuan.
Tekanan rakyat menyebabkan bubarnya Negara-negara bagian secara berurutan dalam waktu singkat.pemerintah RIS dan Republik Indonesia segera membentuk panitia gabungan .tugas utama panitia ini adalah mmbentuk UUD Negara Kesatuan yang baru. Pada tanggal 20 Juli 1950, panitia gabungan dapat menyelessaikan tugasnya.Kemudian rencana UUD ini dibahas dalam parlemen RIS dan RI, kedua parlemen menyetujuinya. Pada taggal 15 Agustus 1950, presiden Soekarno menandatangani persutujuan pemberlakukan UUD tersebut,yang lebih dikenal sebagai UUD sementara 1950 (UUDS 1950). Disebut sementara karena akan disempurnakan kembali oleh para wakil rakyat. Pada dasarnya UUD 1950 merupakan penggabungan antara unsure-unsur UUD 1945 dan konstitusi RIS.Pemberlakuan UUDS 1950 menandai berakhirnya Negara RIS.

7.             Ibu kota Pindah ke Yogyakarta
Karena situasi keamanan ibukota Jakarta (Batavia pada waktu itu) yang makin memburuk, maka pada tanggal 4  Januari 1946, Soekarno dan Hatta dengan menggunakan kereta api, pindah ke Yogyakarta sekaligus pula memindahkan ibu kota.
Pernyataan Van Mook untuk tidak berunding dengan Soekarno adalah salah satu faktor yang memicu perubahan sistem pemerintahan dari presidensil menjadi parlementer. Gelagat ini sudah terbaca oleh pihak pemerintah Republik Indonesia, karena itu sehari sebelum kedatangan sekutu pada tanggal 14 November 1945 , Soekarno sebagai kepala pmerintahan diganti oleh Sutan Sjahrir yang sosialis dianggap sebagai figur yang yag tepat untuk dijadikan unjung tombak diplomatik, bertepatan dengan naik daunnya partai sosialis di Belanda.

11.       PERJUANGAN MENGATASI ANCAMAN DISINTREGRASI

A.                 Pemberontakan PKI Madiun 1948

Dalam perjalanannya, bangsa Indonesia juga mengalami beberapa kali ancaman disintegrasi bangsa, yakni pepecahan melalui pemberontakan PKI di Madiun, jawa timur pada tanggal 1948.Pemberontakan ini melibatkan mantan Perdana Mentri Amir Sjarifuddin, meskipun pimpinan pemberontaskannya adalah Muso.Ia adalah tokoh komunis Indonesia yang sudah lama tinggal di Moskow, ibu kota Uni Soviet
Muso alias soeparto dikenal sebagai penganut garis keras komunis dan melakukan kritikan tajam kepada Pimpinan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang dianggap kurang revolusioner dan radikal. Oleh karena itu dia mengajak PKI untuk mengambil langkah garis keras dalam mewujudkan cita-cita politiknya mengubah Negara Indonesia menjadi Negara komunis  sehingga dapat bergabung dengan Negara komunis internasional yang berpusat di Uni Soviet.
Sejak awal kemerdekaan, PKI termasuk yang menentang jalur diplomasi untuk menyelesaikan perang. Pengaruhnya dalam PKI bertambah kuat setelah mengikuti konferensi PKI pada tanggal 26-27 Agustus 1948 sehingga dapat merebut pucuk kepemimpinan tertinggi .PKI, yakni Sekretaris Jendral.kesibukan pemerintah menghadapi serangan pasukan belanda terganggu dengan adanya pemberontakan PKI di Madiun pada tanggal 18 September 1948.Gubernur Militer Madiun Sumarsono mengumumkan pemisahan wilayah kekuasaan dari pemerintah pusat Yogyakarta di bawak kepemimpinan Presiden Soekarni dan Wakil Presiden Mohammad Hatta.Ia didukung satuan pasukan yang kuat, Brigade XXIX.
Pemerintah Pusat di Yogyakarta langsung mengeluarkan perintah kepada Panglima APRI Jendral Besar Sudirman untuk menumpas pemberontakan PKI di Madiun. Karena pemberontakan ini telah melemahkan kekuatan APRI sehingga pasukan belanda dengan mudah merebut ibu kota Yogyakarta pada 19 Desember 1948. Presiden Soekarno dan wakil Presiden/Perdana Mentri Mohammad Hatta beserta beberapa pejabat tinggi Negara lainnya ditangkap oleh pasukan belanda.
Pada tanggal 30 September 1948 pasukan APRI berhasil menghancurkan kekuatan militer Fron Nasional sehingga Jawa Timur dapat direbut kembali, termasuk kota Madiun yang sempat dijadikan sebagai Pusat Pemberontakan.

B.                 Pemberontakan APRA , Kapten Andi Aziz dan RMS

Perang Indonesia dan belanda berakhir pada bulan desember 1949 melalui perundingan  Konferensi  meja bundar (KMB) di Den Haag, belanja yang ditandatangani pada tanggal 2 November 1949. Sejak itu Negara RI diubah dari kesatuan menjadi federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). Presiden RIS adalah Ir.Soekarno dan Perdana Menteri RIS Drs.Mohammad Hatta, pada 27 Desember 1949 Hatta menerima penyerahan kedaulatan dari pemerintah belanda.
Hasil KMB pada dasarnya tidak memuaskanpendukung kedua belah pihak.Pendukung Replubik Indonesia tidak puas karena harus menerima bekas lawan mereka dalam birokasi sipil dan militer. Pada tanggal 23 Januari 1950 Westerling bersama pengikutnya menguasai kota Bandung dan menduduki Markas Divisi Siliwangi.
Diketahui bahwa pasukan APRA di bawah kepemimpinan Westerling juga akan menyerang ibukota RIS di Jakarta. Mereka sudah merencanakan untuk melancarkan aksi pembunuhan terhadap pejabat tingi negara, seperti menteri pertahanan Sultan Hamengkubuwono IX, sekretaris Jendral Kementrian pertahanan Mr.Ali Budiarjo, dan pejabat kepala staf APRIS Kolonel Tahi Bonar Simatupang. Untuk melaksanakan rencana ini westerling bekerja sama dengan menteri Negara Sultan Hamid II.
Akibbat tindakan Westerling tersebut diadakan pertemuan khusus antara pemerintah RIS dan komisaris Tinggi Belanda. Hasil pertemuan adalah mendesak atasan langsung westerling yaitu komandan tentara Belanda di Bandung Mayor jendral Ebgels untuk memerintahkan bawahannya menyingkir dari kota Bandung.pada jam 05.00WIB tanggal 5 April 1950 pasukan kapten Andi Abdul Aziz menyerang markas TNI diMakasar. Pada tanggal 8  April 1950 pemerintah RIS mengeluarkan ultimatul kepada Andi Aziz besrta pasukannya agar menyerahkan diri paling lambat pada tanggal 12 April 1950. Diua menyerahkan diri ke Jakarta pada tanggal 15 April 1950 setelah di desak olaeh presiden NIT sukawati.Pasukan Andi Aziz tetap berada di Makassar.
Empat hari kemudian satu bataliyon APRIS daripuau jawa di bawah pimpinan Mayor WArong mendarat di Makassar. Mereka langsung membebaskan Mokoginta dan menguasai kota makasar tanpa perlawanan dari pasukan Andi Aziz yang bertahan di dalam tangisannya masing-masing. Pda tanggal 26 April 1950 pasuka itu tiba di Makassar di sertai pasukan tempur laut dan udaraa yang kuat.
Suasana kota Makassar semakin tegang karena adanya dua pasukan yang bermusuhan, yakni TNI dan pasukan Andi Aziz. Bentrokan kecil-kecilan sudah sering terjadi sejak datangnya Bataliyong Warong. Pada tanggal 15 mei 1950 meletus pertempuran antara keduanya. Soumokil adal pejbat tinggi negara bagian NIT yang propembentukan negara federal.Oleh Karen itu dia menentang keras perubahan NIT oleh presiden sukawati pada tanggal 21 April 1950.Soumokil mengkampanyekan dampak negative apabila NIT di bubarkan ke beberapa wilayah NIT.Atas perintah soumokil, pada tanggal 4 April 1950 Manusama mengumpulkan para raja pati Ambon di kantornya. 2 minggu kemudian dia menggelar rapat umum di kota Ambon. Rapat umum yang di araahkan oleh soumokil ini menghasilkan kesepakatan untuk menjadikan Ambon sebagai negara merdeka dengan nama negara RMS.


C.                 Pemberontakan PRRI/Permesta

Pada tanggal 17 Agustus 1950 presiden RIS insinyur Ir,soekarno atas persetujuan parlemen RIS mengumumkan pembubaran RIS. Sejak itu Indonesia kembali menjadi Negara Kesatuan Replubik Indonesia (NKRI).5 tahum kemudian di laksanakan pemilu untuk memilih anggota parlemen.Soekarno dan mohamaad haatta di tetapkan sebagai presiden dan wakil presiden. Keduanya sejak tahun 1945 di jadikan sebagai Dwi Tunggal yang menyatukan seluruh wilayah Indonesia.
Usai pemili 1945 terjadi pergolakan di beberapa daerah yang di peloporin oleh perwira TNI Angkatan Darat.Mereka tidak puas Karena 2 hal.Pertama , pemerintah pusat tidak memperhatikan pembangunan daerah sebagaimana tercermin dari pembagian keuangan yang sangat merugikan kepentingan daerah. Kedua, mereka sangat kecewa dengan kebijakan politik presiden soekarno yang lebih menguntungkan Parti Komunis Indonesia (PKI).
Presiden soekarno yang menghendaki cabinet berkaki empat, yakni cabinet yang kaut karena di dukung 4 partai suara terbanyak, yaitu PNI, Masyumi, NU dan PKi, di balik itu, soekarno memiliki rencana besar untuk kepentingan luar negerinya, yakni mendekatkan Indonesai dengan negara-negara komunis agar dapat mengimbangi pengaruh Blok Barat di Kawasan Asia Tenggara. Soekarno kecewa dengan pihak Barat karena berpihak kepada daerah Belanda.Dalam persengkataan Irian Barat antara Belanda dan Indonesia. Menurut hasi KMB, seharusnya pihak belanda menyerahkan Irian Barat kepada Indonesia pada tahun 1950,
Penentangan terhadap Presiden soekarno di hasilkan melalui pertemua reuni Devisi Banteng pada tanggal 20 sampai 25 November 1956 di kota Padang, provinsi Sumatra Tengah (sekarang Sumatra barat). Tim ini terdiri atas Kolonel Dahlan Djambek, Abdul halim, Dahlan Ibrahim, sidi bakarudin, dan Ali lubis.Mereka bertemu dengan Perdana Menteri Ali Sastro Amit Djojo pada tanggal 28 November 1956. Pertemuan Hatta dengan tim Delegasi reuni dewan Banteng, mempunyai pandangan berbeda untuk membangun Indonesia setelah pemilu 1955. Akhirnya pada tanggal 1 Desember 1956, Hatta mengundurkan diri sebagai wakil presiden. Karena tuntutan tidak di kabulkan, pada tanggal 20 Desember 1956 ketua Dewan Banteng yang juga komandan Resimen Infanti 4 Letkol Ashamd Husein mengambil alih pemerintahan Sumatra Tengah dari Gubernur Ruslan Muljohardjo. Alasan yang di gunakan adalah Gubernur di nilai gagal membangun wilayah Sumatra Tengah.
Upaya pemerintah untuk menyelesaikan pergolakan daerah di Sumatra mengalami kegagalan. Letkol Ashmad Husain pada tanggal  15 Februari 1958 mengumumkan pembentukan pemerintah Refolusiner Repbulik Indoinesia (PRRI) dengan Seja Frudin Prawira Negara sebagai perdana Menterinya. Dewan Banteng juga melibatkamn tokoh Partai Sosialis Indonesia (PSI).soenitro Djojo Hadukusumo yang seorang ahli Ekonomi operasi militer juga di lancarkan oleh pemerintah pusat untuk menhancurkan permesta. Terjadi pertempuran hebat yang di menangkan oleh pasukan pemerintah pusat pada bulan Agustus 1958.

D.                 Pemberontakan G30S/PKI

Pemberontakan PRRI-Permesta menambah keyakinan presiden Soekarno bahwa pemerintah Amerika Serikat beserta sekutunya berusaha menggulingkannya.Terbukti dengan bantuan mereka secara diam-diam kepada pihak PRRI-Permesta.Kenyataan ini semakin mendekatkan Soekarno dengan para pemimpin negara-negara komunis,seperti Uni Soviet,Cina, Vietnam Utara, dan Korea utara. Di dalam negri terjadi persaingan antara PKI dengan partai-partai antikomunis, seprti PNI, Masyumi, NU, PSI, Murba, LPKI, Partai Katolik, PSII, dan Perti. Pihak PKI melibatkan keterlibatan beberapa tokoh Masyumi dan PSI dalam PRRI- permesta untuk mengalahkannya dengan cara mendesak presiden Soekarno agar membubarkannya. Pembubaran berlanjut dengan serangkaian penangkapan terhadap para topkoh Masyumi dan PSI oleh pemerintah.
Meski PKI berhasil mengalahkan partai-partai yang menjadi lawan politiknya tetapi PKI tidak berhasil menguasai pemerintahan sepenuhnya Karena di tentang oleh pimpinan TNI Angkatan Darat (TNI-AD).Ketegangan hubungan antara PKI dan TNI-AD semakin meningkat.Setelah PKI mengusulkan pembentukan kekuatan bersenjata yang di kenal sebagai angkatan kelima.Selama ini kekuatan bersenjata terdiri empat angkatan perang, yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Angkatan Kepolisian.
Gagasan angkatan kelima bemula dari saran Perdana Mentri Cina Chou En-Lai ketika melakukan kunjungan kenegaraan pada bulan April 1964.Kunjungannya dalam rangka memberi dukungan kapado Soekarno untuk melanjutkan program konfrontasinya terhadap rencana pemerintah Inggris membentuk Malaysia.Chou En-Lie mengusulkan kepada Soekarno agar mempersenjatai kaum buruh dan tani sehingga menambah kekuatan bersenjata Indonesia.Soekarno menyetujuinya dan langsung mengkampanyekan pembentukan angkatan kelima agar di dukung oleh partai-partai politik.
Di samping soal angkatan kelima, ketegangan antara PKI dan TNI-AD juga terjadi akibat usulan PKI untuk memberlakukan perimbangan kekuatan politik brdasarkan konsep Nasakom ( Nasionalis, Agama, dan Komunis) dalam struktur organisasi TNI-AD. Faktor lain yang meningkatkan ketegangan TNI-AD dan PKI menyangkut kebijakan luar negeri presiden Soekarno. Sebaliknya, sebagian besar pimpinan TNI-AD berusaha mencegahnya dan mempertahankan hubungan yang baik antara Indonesia dan negara-negara blok Barat yang anti komunis.


ISU KUDETA

Pada akhir tahun 1964 ketegangan hubungan hubungan antara PKI tengan TNI-AD dan partai- partai anti komunis semakin meningkat. Untuk membendung PKI, pada tanggal 1 september 1964 partai murba membentuk BPS ( Badan Pendukung Soekarno). Tujuannya membebaskan Soekarno dari pengaruh PKI.Bulan oktober 1964 inteljen TNI-AD menemukan dokumen rencana kudeta PKI.Dokumen ini dibuat pada akhir Desember 1963.
Pihak TNI-AD menyerahkan dokumen tersebut kepada wakil perdana menteri III Chaerul Saleh.Chaerul Saleh merasa yakin dengan keaslian dokumen tersebut hingga menyampaikannya dalam rapat di Istana Bogor pada tanggal 12 Desember 1964.Jalannya rapat berlangsung tegang karena PKI menolak keaslian dokumen dan berbalik menuduh n pimpiChaerul Saleh maupun pimpinan TNI-AD dengan bantuan pemerintah Amerika Serikat dan Inggris. Isu ini berasal dari surat Duta Besar Inggris untuk Indonesia Sir Andrew Gilchist kepada Skjen Kementrian Luar Negeri Inggris bertanggal 24 Maret 1956. Surat ini dikirim kepada, Dr. Subandrio yang saat itu menjabat tiga jabatan penting yaitu Wakil Perdana Mentri I, Mentri Luar Negeri, dan Kepala Badan Pusat Intelijen (BPI).
Kemudian dari Soebandrio menyerahkan surat kepada Presiden Soekarno pada tanggal 26 Mei 1956. Keesokan harinya Soekarno mengumpulkan seluruh panglima angkatan bersenjata di Istana Negara. Pinpinan TNI-AD membantah isi surat Gilchist yang mengesankan adanya kerjasama antara TNI-AD dengan pihak asing untuk merebut keasaan dari Presiden Soekarno. Karena menurut pihak TNI-AD surat Gilchist itu palsu. Tetapi pimpinan PKI dan BPI (Badan Pusat Intelijen) sangat yakin keaslian surat Gilchist tersebut. Akibatnya terjadinya keterangan.
Hubungan antara pimpinan TNI-AD dan pimpinan PKI semakin tidak harmonis setelah rapat 27 Mei 1965.Pihak intelijen TNI-AD mendapat informasi tentang rencana pembunuh terhadap pimpinan TNI –AD oleh PKI. Dan empat bulan kemudian, pada tanggal 1 Oktober 1965 Radio Republik Indonesia (RRI) tiba-tiba menyiarkan berita Gerakan 30 September (G30S) pimpinan Letkol Untung yang mengaku telah menggagalkan Kudeta Dewan Jendral TNI-AD pada tanggal 5 Oktober 1965, bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia). Mereka telah membunuh sejumlah pimpinan TNI-AD seperti Mentri/Panglima Angkatan Darat Letjen Ahmat Yani, Deputy II Mayer R. Suprapto, Depty IIIMas Tirtodarmo Haryono, Asisten I Mayjen Siswondo Parman, Asisten IV Brigjen Donald Izacus Pandjaitan, Oditur Jendral Angkatan Darat Brigjen Soetojo Siswomiharjo. Sebenarnya mereka juga merencanakan pembunuhan terhadap Jendral Abdul Nasution, namun Nasution berhasil meloloskan diri.
Berdasarkan urutan peristiwa, yakni dari surat Gilchrist hingga aksi pembunuhan para tertinggi TNI AD serta latar belakang pimpinan G30S Panglima Kostrad Mayjen Soeharto dalam rapat mendadak di markasnya menyimpulkan G30S dikendalikan oleh PKI. Oleh karena itu, Soeharto langsung memimpin operasi menumpas terhadap pasukan G30S. dalam waktu 3 hari kekuatan militer G30S dihancurkan dan sejumlah pimpinan utama ditangkap seperti Untung, Brigjen Soepardjo, Kolonel Abdul Latief, Letkol Udara Heru Atmojo, dan Mayor Udara Sujono.
Desakan agar Presiden Soekarno membubarkan PKI semakin menguat setelah terbentuknya Front Pancasila pada tanggal 23 Oktober 1965. Front Pancasila adalah gabungan partai maupun ormas, seperti NU, IPKI, Partindo, PSII,Pertin, PNI, Muhammadiyah, Soksi dan Gasbiindo. Subchan Z.E dari Nu terpilih sebagai Ketua Badan Pekerja dan Harry Tjan Silalahi dari partai katolik menjadi sekretaris badan pekerja.
Dua hari setelah pembentukan front Pancasila, pada tanggal 25 oktober 1965para aktivis mahasiswa membentuk  Kesatuan Aksi Mahasiswa Indinesia (KAMI). Tujuannya untuk menyatukan seluruh mahasiswa yang berdemonstrasi mengutuk aksi pembunuhan oleh G30S dan menuntut pembubaran PKI karena menjadi dalang G30S.
Pusat kegiatan KAMI berada di kampus Universitas  Indobesia, Salemba, Jakarta Pusat. Usia KAMI hanya empat bulan.Pada tanggal 26 Februari 1966, KAMI di bubarkan oleh presiden Soekarno.Demonstrasi KAMI yang terpenting adalah unjuk rasa pada tanggal 10 januari 1966 di Jakarta.Mereka mengajukan tiga tuntutan yaitu, Pembubaran PKI, pergantian seluruh menteri yang bersimpati atau menjadi bagian dari G30S/PKI, dan penurunan harga. Ketiga tuntutan ini di kenal Tritura ( tiga tuntutan rakyat)  dan diikuti oleh ribuan pengunjuk rasa.
Ada dua respon yang diberikan pemerintah, yaitu oleh wakil Perdana Mentri Pertama/ Menteri Luar Negeri/ Kepala Badan Pusat Inteljen Dr. Soebandrio, dan Presiden Soekarno. Pada tanggal 21 Februari 1966 Presiden Soekarno berusaha memenuhi salah satu tuntutan Trituradengan melakukan tuntutan perombakan kabinet. Soekarno menamakan cabinet barunya dengan nama cabinet Dwikora yang di sempurnakan. Namun para menteri yang diganti justru mereka yang termasuk anti G30S/PKI. Oleh karena itu KAMI menolaknya dan menamakan kabinet Gestapu ( gerakan September 30, nama lain dari G30S/PKI ) atau kabinet semen  ( Kabinet Seratus Menteri) karena berjumlah 102 menteri.
Soekarno tidak menghiraukan keberatan KAMI.Pada tanggal 24 Februari 1966 di adakan upacara Pelantikan Kabinet Dwikora yang di sempurnakan di Istana.Pada tanggal 11 Maret 1966 diadakan sidang Kabinet pertama di Istana.Penolakan Soekarno membubarkan PKI telah menyebabkan kejatuhannya melalui sidang Istimewa MPRS bulan maret 1967.

BAB III
PENUTUP

Salah satu cabang Ilmu Pengetahuan Sosial adalah Sejarah, pada pembahasan makalah ini kami telah membahas tentang “Perjuangan Bangsa Indonesia Sebelum dan Sesudah Kemerdekaan”.Hal ini memang sangat erat hubungannya dengan kehidupan kita saat ini, karena para pahlawan Indonesia telah mengorbankan segalanya untuk mencapai kemerdekaan Indonesia ini.
Semoga dengan tersusunnya makalah yang kami  buat ini, para pembaca dapat mengetahui tentang bagaimana perjuangan para pahlawan bangsa Indonesia dalam rangka merebut kemerdekaan dari penjajah. Dan kami juga berharap para pemuda-pemudi dapat menjadi penerus bangsa yang baik dan selalu mengenang perjuangan pahlawan Indonesia.

KESIMPULAN
Perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan sangatlah panjang. Mulai dari penjajah dari Benua Eropa sampai Benua Asia, rata-rata para penjajah yang datang ke Indonesia berawal ingin mengambil hasil bumi Indonesia karena Indonesia yang sangat kaya dengan hasil bumi. Tetapi kebaikan masyarakat Indoesia yang menerima mereka (penjajah) di manfaatkan dengan niat jelek dan diperlakukan dengan semena-mena salah satunya seperti pekerja paksa (romusa dan rodi).

 

Daftar Pustaka
Hapsari, Ratna.2006. Eksplorasi Sejarah Indonesia dan Dunia.Jakarta: Erlangga.
Badrika, I Wayan.2006.Sejarah.Jakarta: Erlangga.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar